Salah Kaprah Tadarus dan Tarawih

39498

Pasuruan (wartabromo.com) – Ramadan bulan penuh kemuliaan. Umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa akan berlomba-lomba melakukan kebaikan, salah satunya dengan salat tarawih dan bertadarus Alquran. Namun pemahaman masyarakat terkadang masih salah kaprah mengenai tata cara tadarus maupun tarawih.

Ustaz Sajumin Zainudin, Pengurus PC Jam’iyah Qurro’ Walhuffadz dalam kultumnya mengatakan, sebagian masyarakat masih salah kaprah memahami tata cara tadarus dan tarawih.

Menurutnya, seharusnya tadarus Alquran itu dilakukan secara bersamaan. Artinya, ada yang membaca dan juga ada yang menyimak.

“Tidak dibenarkan Tadarus itu dibaca sendiri-sendiri,” ujar Ust. Sajumin Zainudin.

Begitu pula dengan tata cara Tarawih. Sudah menjadi rahasia umum, jika masyarakat terkadang lebih memilih salat tarawih kilat. Ust. Sajumin Zainudin mengingatkan, salat tarawih sebaiknya dilakukan secara tenang, tuma’ninah.

Baca Juga :   Mudik ke Pasuruan, Inilah 10 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi

“Yang namanya tarawih harus santai, jadi saat membaca bacaan salat sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf,” imbuh ustaz yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) itu.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak sungkan mengingatkan sang imam apabila mengimami tarawih secara kilat.

“Jika menemukan imam seperti itu, tidak ada salahnya diajak bicara empat mata,” tambahnya.

Apabila salat dilakukan dengan tenang, maka kekhusyukan bisa didapatkan sehingga dapat mencapai kesempurnaan.

Bulan Ramadan adalah Syahril Qur’an, yakni bulan turunnya Alquranul Karim dari langit menuju bumi. Maka, seorang mukmin sebaiknya benar-benar memanfaatkan momentum ini. Dengan semakin meningkatkan pembelajaran Alquran, baik membaca, menulis bahkan mempelajari tafsir untuk memahami kandungannya sebagai pedoman hidup sehari-hari. (ptr/ono)