Niat yang Sia-sia

0
424

Pasuruan (wartabromo.com) – Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan penuh kemuliaan. Sebuah niat pun harus benar-benar ditata agar amalan tak jadi sia-sia.

Ustaz H. Yahya Najich, Asatidz Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan dalam kultumnya menyampaikan, sebuah amalan harus disertai niat yang benar agar tak berakhir sia-sia.

“Baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, semua amalan yang kita kerjakan bergantung pada niatnya,” terangnya.

Bulan Ramadan adalah kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya dari Allah SWT. Oleh karena itu, Ustaz Zubair menyampaikan, yang perlu dipersiapkan pada bulan Ramadan ini adalah hati. Ia mengajak untuk membersihkan hati dari perkara-perkara yang kotor, dari rasa iri, dengki, hasud, takabur dan sifat-sifat lainnya yang mengotori hati kita.

“Mari kita sucikan hati kita, dalam artian tanamkan dalam hati bahwa kita siap menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya,” ajak Ustaz Yahya.

Amal ibadah apapun jika tidak diawali dengan niat maka tidak akan diterima dan dikatakan tidak sah.
Ia pun menyampaikan sebuah hadits yang berbunyi, “Barang siapa yang berniat hanya kepada Allah dan Rasulnya, maka niat itu akan tertuju pada Allah dan ia akan mendapat pahala”.

Niat pun harus benar-benar ditata. Niatkan segala amal ibadah lurus hanya kepada Allah SWT.

“Niat bersih hanya untuk mendapat pahala Allah bukan lainnya,” imbuhnya.

Begitupun saat bulan Ramadan seperti ini. Amalan-amalan seperti saat tarawih, tadarus maupun amalan lainnya, harus diniatkan hanya untuk mendapat pahala dari Allah bukan untuk lainnya.

Ustaz Yahya pun berbagi cerita mengenai pentingnya meluruskan sebuah niat. Dahulu, ada sebuah kisah antara dua orang bersaudara, sang kakak selalu berbuat kebaikan sedangkan sang adik selalu melakukan perbuatan maksiat.

Kala itu sang kakak berdoa, memohon untuk dipertemukan dengan iblis. Begitu bertemu dengan iblis, ia diberitahu sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Ternyata, umur sang kakak masih tersisa 50 tahun lagi.

Begitu sang kakak tahu sisa umurnya masih panjang, ia pun memutuskan untuk berbuat maksiat.

Sementara adiknya selalu berbuat maksiat, mabuk-mabukan dan lain sebagainya. Suatu ketika ia tergeletak di pinggir jalan karena mabuk. Tak ada satupun orang yang peduli dengannya. Ia pun berpikir akan berubah dan bertaubat untuk lebih baik seperti halnya sang kakak.

Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan maksiatnya, serta bertaubat kepada Allah SWT.

Tak berselang lama, kedua bersaudara ini meninggal dunia. Allah memasukkan sang kakak ke neraka, sedangkan adiknya dimasukkan ke surga.

“Kembali lagi, semuanya bergantung pada niat,” ujar Ustaz Yahya.

Ia lantas kembali mengaskan, di bulan puasa ini sebaiknya menata hati, luruskan niat dan perbanyak beribadah kepada Allah SWT dengan niat yang hanya ditujukan kepada Allah SWT.

*) Program Kultum Ngaji Bareng selama Ramadhan merupakan hasil kerjasama wartabromo dengan Pokja Ramadhan  PCNU Kabupaten Pasuruan /PC. LDNU Kabupaten Pasuruan. Saksikan video lengkapnya di channel wartabromotv 

(ptr/ono)