Sedekah, Rezeki Barokah

2110

Pasuruan (wartabromo.com) – Sedekah bisa membuat rezeki menjadi barokah, sekalipun yang didapat sedikit. Kuncinya, selalu merasa bersyukur terhadap apa yang sedang dimiliki.

Ustaz Muhammad Mujib, Asatidz Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan dalam kultumnya berkisah. Ada seorang anak membaktikan hidupnya pada sang ayah. Ia menghabiskan sisa waktunya hanya untuk merawat ayahandanya. Sampai kemudian ajal menjemput ayahnya.

Lalu ia lakukan kewajiban untuk mentajhiz jenazah sang ayah hingga selesai, kemudian ditambah dengan ritual sebagai tradisi kebaikan yang pahalanya semua dihadiahkan untuk ayahandanya.

Beberapa hari setelah ayahya meninggal, dalam sebuah mimpi ia didatangi oleh ayahnya. Di dalam mimpi itu, sang ayahanda mengatakan jika sang anak harus pergi ke suatu desa, untuk menelusuri sebuah gang hingga ia menemukan sebuah batu.
Ayahnya menyampaikan, jika di balik batu itu ada uang sebesar 100 dirham, sayangnya uang tersebut tidak memiliki barokah.

Pesan itu terngiang dalam benak sang anak. Ia bimbang karena ada kata kunci tidak barokah di sana.
Malam berikutnya, mimpi yang sama datang kembali. Ia tidak menghiraukan pesan itu. Hingga sampai pada malam ketiga, pesan sang ayah kepadanya tetap sama namun nominalnya turun, hanya 1 dirham saja. Namun uang itu dikatakan oleh sang ayah adalah uang yang barokah.

Ia pun akhirnya memenuhi pesan ayahya itu. Ia telusuri desa yang dimaksud ayahnya, hingga menemukan satu batu dan di baliknya ada uang 1 dirham. Kemudian ia ambil, dan disimpan. Seraya mengucap syukur, ia pergi dari tempat itu.

Dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan seseorang yang tengah memegang dua ekor ikan di tangan kanan dan kirinya. Orang ini berniat menjual ikan, dengan harga 1 dirham. Muncul rasa empati dari diri sang anak. Ia pun langsung mengeluarkan satu-satunya uang yang baru saja dimilikinya. Diberikanlah uang itu kepada sang penjual ikan.

Maka anak itu pulang bukannya membawa uang, tapi ikan. Saat ia iris perut ikan, betapa terkejutnya ia ternyata ada sebuah barang antik yang ada dalam perut ikan. Dibawalah barang antik itu menuju istana. Ia pun dihadiahi dua kantung dirham. Pihak istana meminta anak tersebut mencari satu pasangan barang antik itu.
Lantas ia pun teringat, jika ada 1 ikan lagi yang ia masih ia miliki. Setelah ia iris perut ikan, barang antik itu lagi.
Ia pun kembali pergi ke istana. Tak disangka, beberapa kantung dirham kembali diberikan untuk sang anak.

“Walaupun yang didapat hanya 1 dirham, ia bersyukur terhadap apa yang dimilikinya dan berempati pada seseorang yang lebih membutuhkannya. Subhanallah sebuah kata kunci barokah menjadi sangat penting,” ungkap Ustaz Mujib.

Oleh karenanya, Baginda Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kita agar senantiasa menebarkan salam dan keberkahan kepada sesama manusia di setiap waktunya. (ptr/ono)