Ramadan, Latihan Pengendalian Hawa Nafsu

593

Pasuruan (wartabromo.com) – Rutinitas menjalankan ibadah puasa ramadan, merupakan sarana riyadhoh, pelatihan pengendalian hawa nafsu. Seseorang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya selama sebulan penuh Ramadan, insyaallah akan mendapat rahmah, maghfirah atau ampunan Allah serta mendapat pembebasan dari api neraka.

Ustaz Sajumin Zainudin, Asatidz Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pasuruan, dalam kultumnya menyampaikan, tingkatan pertama orang berpuasa ramadan, yakni 10 hari pertama, Allah akan menurunkan rahmah atau kasih sayangnya. Pada 10 hari kedua di bulan suci ramadan ini, Allah menurunkan ampunannya kepada umat-umat manusia.

Sementara pada 10 hari terakhir di bulan puasa, Allah berikan kesempatan kepada ummatnya, yakni sebagai sarana latihan. Puasa ramadan yang dikerjakan selama sebulan penuh, merupakan sarana latihan pengendalian nafsu.

“Kita diperintahkan oleh Allah untuk mnjaga pandangan kita, karena mata juga harus berpuasa,” ungkap Ustaz Sajumin.
Selain mata, lisan juga harus dijaga. Karena hal itu yang paling berbahaya.

“Surga sangat merindukan orang yang mampu memelihara lisannya dari perkataan yang menyinggung perasaaan orang lain dan dari perkataan jorok dan lain sebagainya,” terangnya.

Ramadan merupakan momentum untuk latihan menjaga mata, telinga, serta lisan dan terutama nafsu yang paling jahat, yakni nafsu amarah.

Seseorang bisa mendapat pembebasan api neraka apabila kondisi nafsunya berada di posisi yang paling tenang, yaitu nafsu Mutmainnah.

“Orang yang selama puasa dikendalikan oleh nafsu mutmainnah, insyaallah akan mendapat rahmah, maghfirah atau ampunan Allah dan mendapat pembebasan dari api neraka,” imbuh Ustaz Sajumin.

Seseorang yang berhasil mengendalikan nafsunya selama berpuasa, riyadhah nya bisa dikatakan sukses. Penerapan latihan pengendalian nafsu selama Ramadan, diterapkan 11 bulan setelah ramadan usai.

“Oleh karena itu, mari kita melatih pengendalian hawa nafsu sebaik-baiknya di bulan suci Ramadan ini agar kita mendapat berkah dari Allah SWT dan mendapat gelar Muttaqin atau orang yang bertakwa,” pungkasnya. (ptr/ono)