Tradisi Praonan, Wisata Murah Meriah Saat Lebaran Ketupat di Pasuruan

1101

Pasuruan (wartabromo.com) – Mengisi waktu liburan pada hari raya ketujuh (hari raya ketupat) dimanfaatkan oleh warga Pasuruan dengan tradisi Praonan. Wisata ini termasuk murah meriah dan cocok dijadikan alternatif saat libur lebaran ketupat.

Seperti yang tampak di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan. Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah di kawasan pesisir Kota Pasuruan ini. Sejak pagi, warga telah menyemut antre untuk menaiki perahu yang akan mengantarkan ke laut.

Ratusan perahu dan kapal juga siap mengantar para pengunjung yang akan mengikuti Praonan. Salah satu warga asal Banyuwangi, terkesan dengan tradisi Praonan yang menurutnya hanya ada di Pasuruan ini.

“Saya kebetulan mudik ke Pasuruan dan tidak pulang demi menunggu hari raya ketupat untuk melihat praonan,” ujar Afan, warga Banyuwangi, Rabu (12/6/2019).

Biaya yang harus dikeluarkan untuk Praonan pun dianggapnya murah meriah, hanya Rp. 10 ribu. Oleh karena itu, Afan beserta keluarga memanfaatkannya untuk menutup libur lebaran kali ini.

Hingga siang dengan terik matahari yang menyengat tubuh, tak menghalangi warga untuk tetap berlalu lalang di sekitar Pelabuhan Kota Pasuruan.

Menurut M. Yunus, Kepala Disparpora Kota Pasuruan, tradisi ini memang telah dilaksanakan setiap tahunnya, pelaksanaannya pun bertepatan dengan libur lebaran ketupat.

Tradisi Praonan, atau menaiki perahu mengelilingi lautan ini mampu menarik minat para wisatawan, baik lokal maupun luar daerah Pasuruan. Warga sekitar pun mendapat rezeki lebih banyak daripada biasanya.

“Biasanya orang Pasuruan kan pada saat lebaran ketupat pasti pergi berwisata, nah Praonan ini salah satu wisata yang cukup rekomended,” ungkap M. Yunus.

Sekadar diketahui, tradisi Praonan juga ada di wilayah pesisir Pasuruan lainnya seperti Lekok, Nguling dan Kraton, Kabupaten Pasuruan. (ptr/may)