Mantan Pemain Persekabpas Kembangbiakkan Merpati Balap hingga Beromset Jutaan

22734

Pasuruan (wartabromo.com) – Mantan pemain Persekabpas memiliki hobi baru dengan penghasilan fantastis. Hobi tersebut yakni memelihara burung merpati yang bisa terbang dengan cepat.

Kasan Sholeh, mantan pemain Persekabpas ini menceritakan peruntungannya yang sebenarnya adalah hobi. Berawal dari menyukai burung merpati yang bisa terbang cepat, Kasan malah mendapatkan keuntungan tak main-main.

Awal ketertarikan Kasan pada ternak burung merpati balap adalah sekitar tahun 2016. Saat itu, salah satu temannya mengajak ke sebuat kejuaraan burung merpati balap.

“Mulai tahun 2016, awalnya diajak teman. Dilihatkan cara budidaya, kemudian melihat cara pemasaran bagus, bisnisnya juga menguntungkan, karena perputaran uangnya lumayan bagus,” kata Kasan saat ditemui di lokasi budidaya burung merpati miliknya di Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Sabtu (15/06/2019).

Dari situlah kemudian Kasan “nekad” membeli burung balap ini. Dengan modal yak tidak sedikit, satu pasang indukan buruh dibeli Kasan. Pejantan bernama “Kipli” dibelinya dari Roy Akas Probolinggo (pebisnis burung merpati balap yang sudah melegenda di Indonesia) seharga Rp 25 juta dan induk betina dari jombang seharga Rp 15 juta.

Sepasang burung merpati balap ini kemudian dikembangbiakkan oleh Kasan. Merpati piyikan atau anak dari 2 indukan yang sudah sering juara ini akhirnya bernilai fantastis.

Bayangkan saja, untuk setiap ekor anakan dari Merpati Kasan, bisa ditawar di angka Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per ekor oleh pecinta burung merpati balap. Bahkan, ada yang berani menawar Rp 35 juta untuk salah satu merpati kesayangannya.

“Dulu memberanikan diri untuk coba-coba beli indukan yang bagus. Alhamdulillah juara karena banyak yang mengenal. Ada yang sempat nawar Rp 35 juta, tapi gak saya kasikan, karena saya ingin jadi juara seperti punyanya Mas Roy. Mimpi boleh khan mas,” celetuk Kasan.

Selama 3 tahun bergelut dengan hobinya, pria ini akhirnya memiliki 20 pasang ekor merpati balap siap kompetisi. Bahkan, ada beberapa yang sudah juara di level regional dan nasional. Diantaranya Bintang KSN (Kasan Sholeh), Moseng, Senator dan Mobile Legend.

“Asyiknya beternak burung merpati balap terletak pada bagaimana menunggu anakannya. Rejeki-rejekian, belum tentu jadi anakan yang bagus meski induknya unggul. Kalau membudidayakan burung merpati harus dari hati, karena kalau sudah dilepas, pasti kita berdoa supaya jangan sampai hilang. Karena kalau sudah hilang, kita gak tau ke mana terbangnya. Harus ada chemistry antara burung dan pemiliknya,” urainya.

Dalam seminggu, Kasan melatih burung-burung merpati balap kesayangannya selama 4 hari, yakni mulai kamis sampai minggu. Jamnya pun siang hari, mulai pukul 1 siang hingga 3 sore.

“Kenapa siang, karena seperti orang yang ingin jadi tentara, polisi, atlet, mesti latihan lari nya siang hari. Selain biar terbiasa dengan cuaca terik, latihan siang hari membikin kekuatan burung semakin bagus. Tapi asupan gizi nya juga harus terjaga,” tandasnya sembari memberi makan beberapa burung kesayangannya.

Meski hanya penghasilan sampingan, namun Kasan tidak akan meninggalkan bisnis ternak merpati balap ini. Apalagi, merpati itu termasuk binatang yang mudah berkembang biak sesuai kebutuhan.

“Namanya juga cinta, jadi Insya Allah saya akan terus membudidayakan burung merpati balap. Selain menguntungkan, ini juga hobi yang saya lakukan untuk merefresh pikiran,” ujar pria yang tercatat sebagai PNS di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan itu. (mil/may)`