Bahaya Mengintai Pada Selembar Struk Belanja

25500

Pasuruan (wartabromo.com) – Banyak orang sedang gencar mengurangi penggunaan produk bebas BPA (bisphenol-A) yang berada pada botol plastik. Sayangnya, tak banyak yang menyadari bahaya yang sama sedang mengintai melalui “struk” belanja.

Bagaimana bisa struk belanja lebih beracun daripada botol plastik? Begini penjelasannya.

Kertas-kertas struk yang digunakan oleh toko ritel, ATM, restoran, kantor pos, atau tempat lain yang sejenis, terbuat dari kertas thermal.

Dikutip dari GridHEALTH.id, penelitian yang ditulis di laman The Environmental Working Group (EWG) menjelaskan, semua kertas yang lazim digunakan untuk struk, nota atau kwitansi itu positif mengandung BPA

“Dua per lima dari kertas thermal yang diuji memiliki 0,8-3% BPA murni berdasarkan berat,” tulis penelitian itu.

Dalam penelitian itu ditarik kesimpulan, adanya kontak dengan kertas struk, membuka peluang paparan BPA ke dalam tubuh. Paparan ini bisa langsung melalui kulit, ataupun melalui makanan yang dipegang menggunakan tangan.

Lantaran bahaya yang mengintai, EWG memberi saran, bagaimana cara meminimalisir paparan BPA akibat struk belanjaan.

Pertama, mengurangi kebiasaan meminta struk pembayaran. Jika memang dibutuhkan, struk bisa disimpan secara terpisah. Misalnya, dalam dompet, tas atau amplop.

Kedua, jauhkan struk dari jangkauan anak-anak .

Ketiga, segera cuci tangan setelah memegang struk pembayaran. Namun ingat, jangan menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol. Penggunaan alkohol saat membersihkan tangan dari kertas thermal, akan meningkatkan penyebaran BPA ke kulit.

Keempat, memanfaatkan layanan catatan pembayaran tanpa kertas.

Terakhir, hindari daur ulang kertas thermal. Hal ini dilakukan lantaran kandungan BPA pada struk-struk itu akan mencemari kertas daur ulang yang lain.

Jika BPA pada plastik bisa tertangani dengan memilih plastik-plastik bebas BPA. Lain halnya pada kasus kertas thermal. Membuang kertas ini saja masih menimbulkan masalah kesehatan. Apalagi, ketika meremasnya menjadi kebiasaan.

Penelitian di Taiwan menyebutkan, menyentuh kertas ATM selama 10 detik, kita terpapar 2,5 mikrogram BPA. Bahkan, jika diremas menggunakan tangan kosong, risiko ini akan meningkat 1,5 kali lipat.

Sekedar informasi, beberapa bahaya kesehatan yang dimaksud akibat BPA, diantaranya

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Persalinan prematur
  • Asma
  • Gangguan fungsi hati
  • Gangguan fungsi kekebalan tubuh
  • Gangguan fungsi tiroid
  • Gangguan fungsi otak

Wah, cukup menghawatirkan ya?
Tetap berhati-hati dan jaga kesehatan! (bel/may)