Kian Mempesona, Salju Bromo Meluas Tutupi Lautan Pasir

20543

Probolinggo (wartabromo.com) – Cuaca ekstrem di Gunung Bromo, Probolinggo semakin dingin, capai minus 4 derajat celsius pada pagi hari. Embun beku kini makin meluas, terhampar.

Dari sekitaran Cemoro Lawang, kabut tebal menutup sebagian permukaan Laut Pasir Bromo. Sebagian kecil lautan pasir masih terlihat.

Menariknya, ketika pengunjung turun ke lautan pasir, hampir semua bagian lautan pasir tertutup embun es. Tampak jelas warna putih mirip salju, menghampar luas di permukaan lautan pasir.

Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Bahkan volumenya jauh lebih banyak jika dibandingkan beberapa hari terakhir. Sebelumnya, embun es hanya menempel di dedaunan, kali ini menyebar, menutup lautan pasir.

“Berdasarkan informasi rekan sopir jeep tadi pagi, sekitar pukul 03.00 WIB pagi hari, suhu sampai minus 4 derajat celcius,” kata Camat Sukapura, Bambang Heri Wahyudi, Jumat (28/6/2019).

Namun, justru inilah yang menjadi daya tarik bagi sebagian wisatawan. Tidak sedikit pengunjung justru sengaja datang untuk melihat fenomena alam ini. Mereka ingin merasakan betapa dinginnya Gunung Bromo saat ini.

“Sebelumnya hanya dengar saja ya, dari teman teman yang pernah ke sini. Ternyata memang sangat dingin sekali, kristal esnya indah,” ujar wisatawan, Pramudya.

Embun es atau frozen ini terjadi akibat menurunnya suhu di kawasan Gunung Bromo, hingga di bawah nol derajat celcius. Embun es bromo mulai muncul sekitar pukul 04.00 hingga 07.00 WIB. Embun es kemudian mencair setelah diterpa sinar matahari.

Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengimbau, agar wisatawan mengenakan baju tebal, menjaga suhu tubuh dari serangan hipotermia.

Diperkirakan, fenomena embun beku ini akan terus berlanjut sampai Agustus 2019 mendatang. Meski demikian, dari perhitungan, puncak suhu terdingin, di Bromo, bisa terjadi pada pertengahan Juli. (lai/ono)