Sasar Pasar Ekspor, Pemkab Probolinggo Intensifkan Kopi Petik Merah

2332

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengintensifkan petik merah kopi di kalangan petani. Petik merah menghasilkan kopi berkualitas tinggi sebagai komoditas ekspor.

Salah satu upaya itu adalah dengan mengenalkan kampung kopi di Kecamatan Krucil yang berada di lereng Gunung Argopuro. Dikemas dengan Festival Wisata dan Panen Raya Petik Merah 2019, pada 28-29 Juni. Ada workshop, sarasehan, pameran wisata dan kopi, serta petik merah.

“Ya ini adalah program Bupati Probolinggo dalam rangka mengangkat potensi lokal menjadi potensi nasional. Salah satunya adalah komoditas kopi Krucil, karena kopi yangi sering disampaikan oleh bu Khofifah (Gubernur Jawa Timur) bahwa kopi terbaik itu adalah kopi Krucil. Karena rasa yang berbeda,” kata Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.

Baca Juga :   ASN Kota Probolinggo Tak Disiplin Prokes

Sejak 5 tahun silam, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengintensifkan budidaya petik merah atau suwuk. Apalagi perawatan kopi suwuk sangat sederhana dan lebih tahan hama. Kelebihan lain, kopi lebih terasa segar dengan aroma kuat dibandingkan petik sembarang. Tak heran jika kopi ini banyak diminati pangsa pasar Asia, seperti Jepang, Malaysia dan Singapura.

“Karena itu kami terus mem-branding kopi ini, karena potensinya sangat bagus. Dengan kualitas yang semakin bagus, tentunya bukan hanya pasar lokal dan nasional yang menjadi bidikan kami. Ke depan, orientasinya adalah pasar ekspor. Baik negara-negara Asia dan Eropa,” ujar mantan Kadisporparbud ini.

Dukungan terhadap petani kopi tak hanya datang dari eksekutif. Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Probolinggo pun sangat antusias. Dalam 5 tahun ke depan, para legislator akan membuat produk hukum sebagai pendampingan bagi petani kopi. Agar dapat didampingi secara intensif oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.

Baca Juga :   Penjaja Es Krim Meninggal di Atas Motor

“Insya Allah mulai tahun ini, kita membicarakan dengan eksekutif, ada penganggaran untuk pendampingan Puslit Kopi dan Kakao selama 5 tahun, tidak tanggung-tanggung. Pendamping muali tanam sampai ke ekspor, jadi mulai bibit. Jadi itu keseriusan kami, sebagai DPRD untuk mensupport agar kopi Probolinggo bersaing dengan kopi lain di Indonesia,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurrahman.

Di Kabupaten Probolinggo, perkebunan kopi ada di 5 kecamatan. Yakni Kecamatan Krucil, Tiris, Lumbang, Sumber dan Sukapura. Luasnya mencapai 4.114 hektar dengan rincian untuk kopi jenis Arabika sebanyak 1.092 hektar dan kopi Robusta 3.022 hektar. Dengan produksi 673,32 ton untuk kopi Arabika dan 3.568,1 ton untuk kopi robusta. (saw/*)