Calhaj Risti Waspadai Suhu Tinggi

671

Probolinggo (wartabromo.com) – Kemenag Kabupaten Probolinggo meminta para calon haji (Calhaj) waspada saat suhu tinggi di Arab Saudi. Sebab, mayoritas atau sekitar 60 persen merupakan Calhaj berisiko tinggi (Risti).

Musim haji tahun ini, ada 905 calhaj yang berangkat dari Kabupaten Probolinggo. Mereka tergabung dalam 3 kelompok terbang (kloter) yakni 13, 14 dan 82 SUB atau embarkasi Surabaya. Rinciannya, sebanyak 445 orang masuk dalam kloter 13, lalu 445 orang masuk melalui kloter 14 dan 15 calhaj tergabung dalam kloter 82.

Dari 905 ternyata ada 540 orang atau 60 persen masuk dalam kategori risiko tinggi (Risti). Sementara 362 Calhaj sejauh ini, dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang prima.

“Risiko tinggi disebakan faktor usia maupun riwayat penyakit yang diderita,” kata Panitia Haji Kemenag Kabupaten Probolinggo, Abdul Nasir, pada Selasa (2/7/2019).

Sementara di sisi lain, kondisi cuaca di negara kaya minyak tersebut sangat tinggi. Di Makkah, suhu udara mencapai rata-rata 47°C hingga 50°C. Sedangkan di Kabupaten Probolinggo, hanya antara 27°C hingga 30°C. Perbedaan suhu yang sangat besar ini menuntut para Calhaj untuk mempunyai fisik yang prima.

“Karena itu, kami mengingatkan kepada para calon haji, khususnya yang masuk kategori Risti agar selalu menjaga stamina. Sebab, kondisi fisik yang prima akan sangat mempengaruhi pelaksanaan ibadah haji mereka saat di tanah suci Makkah,” saran Nasir.

Kemenag dan Pemkab Probolinggo, menurut Nasir sudah mengantisipasinya. Yakni dengan menyiapkan sejumlah tim pendamping. Termasuk tim medis yang akan mendampingi para Calhaj selama di tanah suci.

“Termasuk kita menggelar manasik haji untuk memudahkan jemaah beribadah di Makkah,” tandas pria berjenggot ini.

Diketahui, Calhaj kloter 13 dan 14 asal Kabupaten Probolinggo akan berangkat dari titik pemberangkatan di Wisata Religi Miniatur Kakbah Gending, pada 10 Juni 2019 sekitar pukul 6.00 WIB. Sebelum ke Makkah, mereka transit di Embarkasi Haji Sukolilo Surabaya. Sementara kloter 82 yang merupakan gabungan calhaj dari berbagai daerah, masih menunggu jadwal lebih lanjut. (cho/saw)