Duh! Tanpa Sadar, Setiap Hari Manusia Telan 2.000 Partikel Plastik

692

Pasuruan (wartabromo.com) – Akhir-akhir ini, penggunaan sampah plastik memang banyak dikurangi. Tapi hal ini tak mengurangi konsumsi manusia terhadap plastik.

Ya, faktanya, tanpa sadar, manusia tetap makan dan menghirup partikel mikroplastik setiap hari. Meski yang masuk ke dalam tubuh ukurannya sangat kecil, namun jika diakumulasi, jumlahnya cukup banyak.

Dikutip dari GridHEALTH.id, penelitian University of Newcastle, Australia dan World Wildlife Fund for Nature (WWF), menyebutkan, setiap manusia menelan sedikitnya 5 gram mikroplastik setiap minggu. Ini setara dengan sebuah kartu ATM.

Para peneliti telah menganalisis lebih dari 50 penelitian terkait mikroplastik. Hasilnya pun mencengangkan, sebanyak 2.000 partikel plastik ditelan setiap miggu, berasal dari air minum sehari-hari.

“Untuk pertama kalinya, hasil penelitian ini menyebut perkiraan yang tepat dari jumlah plastik yang ditelan manusia,” tutur Thava Palanisami, salah seorang peneliti.

Selain air minum, konsumsi kerang, bir dan garam juga menjadi sumber terbesar masuknya plastik dalam tubuh. Bahkan sumber lain menyebutkan, partikel mikroplastik pada makanan mencapai 15% dari kalori yang dikonsumsi rata-rata orang.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan kandungan 4 ribu partikel mikroplastik dalam air kran. Sedangkan bagi penikmat air kemasan, bisa menelan setidaknya 90 ribu partikel mikroplastik.

Waduh, serem juga ya!

Tapi tenang, banyak ilmuwan masih meragukan ada atau tidaknya dampak buruk mikroplastik bagi kesehatan. Meskipun ada yang beranggapan tumpukan partikel mikroplastik dapat berubah menjadi racun. Tak main-main, efeknya bisa merusak kekebalan tubuh dan keseimbangan usus.

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi, tak usah berfokus pada bahaya-bahaya yang mengancam, tetapi lebih fokus menjaga kesehatan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Salah satu tindakan sederhana yang dapat dilakukan antara lain, menghindari konsumsi air minum kemasan hingga mengurangi penggunaan wadah minum berbahan plastik. (bel/may)