Menabung Rp500 per Hari, Penjaja Kacang Goreng Ini Akhirnya Naik Haji

1808
Mak Sunak, penjual kacang yang naik haji.

Probolinggo (wartabromo.com) – Berangkat ke Tanah Suci Makkah adalah keinginan setiap muslim, bagaimanapun kondisinya. Seperti yang dialami Sunak (65), nenek penjual kacang goreng yang berangkat haji tahun ini.

Mak Sunak, begitu sapaan akrabnya. Nenek kelahiran 1 Juli 1954 itu tinggal di jalan Cokroaminoto gang Mranggi, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Janda dengan satu anak dan dua cucu ini mendaftar haji sejak tahun 2011 lalu.

Setiap hari Mak Sunak berjualan kacang goreng dengan dititipkan di kios-kios atau dijajakan di Pasar tradisional. Ia membeli kacang mentah lalu dibuang kulit arinya, digoreng, dan dibumbui kemudian dibungkus plastik. Per bungkusnya, kacang ini dijual seharga Rp400 hingga Rp500.

Dari situlah Mak Sunak mulai menabung. Tidak besar, hanya Rp500 setiap hari yang dimasukkan ke dalam baskom di atas lemarinya. Lalu setiap tiga bulan sekali, uang itu diambil sebagian untuk menggelar pengajian anak yatim piatu.

“Setiap hari nabung dari jualan kacang goreng. Tiap hari saya kumpulkan di baskom,” ucap Sunak sambil menunjukkan kacang yang biasa ia jual di rumahnya.

Mak Sunak sendiri sebenarnya bakal berangkat haji pada 2020 mendatang. Namun melalui anaknya, Acun, Sunak menerima surat dari Kementerian Agama. Surat itu berisi, bahwa Mak Sunak berangkat lebih cepat dari jadwal.

Hal itu menjadi perhatian Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Habib Hadi pun bertandang ke rumah Mak Sunak pada Jumat (5/7/2019).

Wali Kota Probolinggo ini bangga dengan niat dan tekad Sunak untuk beribadah haji. Usahanya patut ditiru oleh masyarakat Kota Probolinggo.

“Niat dan keinginan adalah modal utama. Ini bisa jadi inspirasi bagi yang lain. Semoga warga Kota Probolinggo yang punya niatan bisa cepat mendapat panggilan. Masyarakat yang ingin betul-betul dan punya niat, jangan ragu-ragu, sisihkan dan kumpulkan terus,”ucapnya. (fng/may)