Ancam Keluar dari PDIP, DPD: Itu Haknya Bu Luluk

2564

Pasuruan (WartaBromo.com) – Keputusan DPP PDIP yang menunjuk Teno Raharto Prasetyo sebagai ketua DPC PDIP Kota Pasuruan benar-benar tak bisa diterima Luluk Mauludiyah. Mantan ketua DPC PDIP periode 2010-2015 ini pun mengancam keluar dari PDIP jika keputusan itu tak dianulir.

Hal itu disampaikan Luluk saat disingggung sikap terakhirnya andai DPP PDIP keukeuh dengan keputusannya. “Kalau tidak ada perubahan, berarti ya (saya) keluar dari keanggotaan partai,” katanya melalui percakapan via WhatsApp.

Bagi Luluk, keputusan DPP yang menunjuk Teno -sapaan Raharto Teno Prasetyo- telah mencederai nalar sehat dalam penentuan kursi ketua DPC. Pasalnya, Teno yang disebutnya tidak ikut dalam proses penjaringan ditunjuk sebagai ketua. Sementara mereka yang namanya diusulkan, justru tidak terpilih.

Seperti diketahui, DPP PDIP menunjuk Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo sebagai ketua DPC PDIP Kota Pasuruan periode 2019-2024. Padahal, nama Teno tidak ikut dalam proses penjaringan sebelmnya. Atas keputusan ini, Luluk pun menyebut DPP telah bersikap arogan.

Sebaliknya, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Eddy Paripurna menyayangkan sikap Luluk. Sebagai kader, Luluk seharusnya tunduk dan patuh terhadap keputusan tertinggi partai. Apalagi, dalam konteks penentuan kursi ketua DPC, DPP dinilainya memiliki hak prerogatif.

Baca: Kantor DPC PDIP Disegel, DPD: Itu Dinamika

Terkait dengan pernyataan Luluk yang akan keluar dari keanggotaan partai, Eddy pun mempersilakan. Menurutnya, siapapun tidak ada yang memaksa seseorang untuk bergabung menjadidengan anggota partai manapun. “Ya, silakan saja. Itu haknya Bu Luluk kalau memang mau keluar,” terang Eddy. (asd/asd)