Gondok Bisa Sebabkan Mandul

251
Ilustrasi Gondok.

Pasuruan (wartabromo.com) – Apa yang terlintas jika mendengar kata Gondok? Pasti langsung tergambar, benjolan di leher sampai dekat telinga.

Secara medis, gondok merupakan infeksi virus yang dapat mempengaruhi kelenjar penghasil air liur, biasanya terletak di dekat telinga. Munculnya gondok biasanya ditandai dengan mengembangnya pipi disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri saat mengunyah.

Tak hanya pipi, virus gondok dapat menyerang testis pada pria. Kondisi ini dikenal dengan istilah orkitis (nyeri testis). Biasanya penderita akan mengalami nyeri di pangkal paha.

Lalu apa penyebabnya?

Dilansir dari GridHEALTH.id, penyebab utama pria mengalami orkitis adalah tidak menerima vaksin MMR. Vaksin ini memang bertujuan untuk mencegah gondokan.

Ketika seorang pria tak pernah diberikan vaksin, kekebalan tubuhnya akan lemah, dan memicu gondok. Nah, infeksi virus gondok ini dapat menyebabkan orkitis pada pria.

Sebagian besar, pria yang memiliki infeksi bakteri seperti Infeksi Menular Seksual (IMS) rentan terkena orkitis. Sering gonta-ganti pasangan juga berisiko besar menderita orkitis.

Dijelaskan, ada beberapa faktir lain yang menjadi penyebab pria mengalami radang testis. Diantaranya, terlahir dengan saluran kemih tidak normal, pernah menjalani operasi saluran kemih, hingga penggunaan kateter terlalu lama.

Infeksi tersebut umumnya akan muncul 4 hingga 7 hari setelah terserang penyakit gondok. Peradangan ini dapat menyerang salah satu atau kedua testis.

Jika orkitis menyerang kedua testis, penderita akan mengalami:

– Atrofi testis (penyusutan testis);

– Absesi skrotum (kantong testis dipenuhi nanah);

– Hipogonodisme (kadar hormon tertosteron menurun);

– Epididimitis (peradangan saluran pembawa sperma);

– Infertilitas (kemandulan).

Tapi, jangan khawatir, kemandulan pada pria yang mengalami orkitis, kemungkinannya kecil.

Meski begitu, ada beberapa hal agar terhindar dari orkitis.

– Vaksin MMR agar tubuh lebih kebal terhadap virus gondok;

– Berhubungan seksual dengan aman;

– Tidak gonta-ganti pasangan. (bel/may)