Usai Hajar Anak dengan Arit, Bapak di Sukorejo Kabur Cari Utang Biaya Pengobatannya

2720

Sukorejo (WartaBromo.com) – Sempat sembunyi, bapak asal Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, yang hajar dengan arit, ditangkap polisi. Selain mencoba mengamankan diri, sang bapak ternyata mencari utangan untuk sembuhkan anaknya yang dilukainya itu.

Bapak penganiaya anak, bernama Danu (60) tersebut, ditangkap polisi saat berada dalam rumahnya, di Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (12/7/2019).

“Pelaku kami tangkap sekitar pukul 14.00 WIB,” terang Bripka Sony Julianto, Kanit Reskrim Polsek Sukorejo, Sabtu (13/7/2019).

Dijelaskan, usai sabetkan arit kepada Toni Irawan (35), anaknya itu, Danu sempat kabur dan bersembunyi di rumah seorang teman, yang berada di wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Terhitung, selama dua hari, Danu diburu pihak kepolisian, sampai akhirnya dapat diamankan.

Baca Juga :   Edarkan Sabu dan Pil Doble L, 6 Pria ini Diciduk Polisi

Pada polisi, Danu mengakui terpaksa melarikan diri. Upaya itu dilakukan, karena selain merasa ketakutan, ia harus berpikir keras agar anaknya dapat selamat dari luka yang dideritanya. Hanya saja, tak ada penjelasan disampaikan, apakah upaya mencari utangan untuk anaknya itu didapatkan.

“Terlapor mengaku mencari pinjaman uang untuk pengobatan anaknya yang habis ia bacok,” ungkap Sony.

Sekadar mengingat, Toni terluka pada bagian kepala dan jari tengah tangan kirinya, setelah disabet arit oleh Danu. Alat tajam yang biasa digunakan untuk merumput itu diarahkan Danu, gara-gara kesal, setelah mendapat perlakuan tak pantas. Toni kala itu tengah mabuk, marah-marah karena uang yang diberikan Danu, tak seperti yang diharapkan.

Baca Juga :   Terlibat Pengeroyokan, 3 Nelayan Pondok Kelor Diciduk Polisi

Pria sepuh itu pun mengungkapkan penyesalan dan mengatakan, bila penganiayaan yang dilakukan terhadap anak darah dagingnya sendiri tersebut tak diniatkan. Waktu itu, ia hanya kalap, kesal lantaran Toni mencak-mencak setelah diberi uang olehnya.

Belakangan terungkap, bila selama ini, bapak-anak ini kerapkali cekcok. Lumrahnya, hal-hal kecil yang menjadi penyebab, meski lebih karena perilaku Toni yang terbilang kebablasan, seperti meminta uang hingga berujung penganiayaan pada Kamis (11/7/2019) kemarin.

Sementara itu, dari sejumlah keterangan, Toni dikabarkan telah keluar dari rumah sakit Sahabat Sukorejo. Luka di kepala akibat terkena arit juga mulai mengering, meski jari tengah kanan kirinya harus diamputasi. (ono/ono)