Porprov VI Jatim, Peringkat Kabupaten Pasuruan Naik Dua Digit

358
EMAS: Pasangan Zahwa dan Nanda (jaket hijau) saat meraih medali emas Cabor Biliar di Gresik.

Tuban (WartaBromo.com) – Ada rahasia di balik meningkatnya peringkat kontingen Kabupaten Pasuruan. Pada hari terakhir menjelang penutupan Porprov VI di Tuban, kejar mengejar poin sebenarnya berlangsung ketat. Yakni, antara Kabupaten Pasuruan dengan Kabupaten Gresik.

Salah satu tuan rumah venue Porprov VI ini sangat mengincar posisi yang dihuni Kabupaten Pasuruan. Segala cara dilakukan. Sebagai tuan rumah, Gresik sangat menginginkan bisa merangsek kelima besar. Kalaupun meleset, pada posisi 6 besar. Bahkan, ada ambisi untuk menggeser posisi Kabupaten Pasuruan. “Masak tuan rumah kalah sama tamu,” gumam salah satu ofisial Gresik ketika mempersiapkan para atlet renang di Stadion Petrokimia Gresik, Sabtu (13/7/2019) lalu.

Renang memang diidamkan Gresik untuk mendulang medali emas. Saat itu, Gresik masih punya tiga jagoan di Cabor renang. Sementara, Kabupaten Pasuruan mengandalkan Bintang dan Novi untuk bisa merebut minimal perak. Kolam renang Petro seakan laga dua kontingen saja. Padahal, di sana masih banyak deretan perenang andal dari Surabaya, Sidoarjo dan kota/kabupaten lain. “Kita memang tidak dapat medali. Tapi, Gresik hanya bisa meloloskan satu atletnya saja mendapat perak,” ujar Taufik Mahfudz, panitia pendamping KONI Kabupaten Pasuruan yang melaporkan saat itu.

Memang, selisih point dari Gresik saat itu cukup tipis. Sekitar 5 poin. Itu berarti, kalau tiga perenang Gresik dapat emas semua, maka ada tambahan 12 poin. Sebaliknya, Kabupaten Pasuruan mampu merebut tambahan satu emas di cabor Billiar dan dua perak di cabor Bulu Tangkis. Sehingga, pada akhir perhitungan klasemen akhir, Kabupaten Pasuruan mampu unggul dengan selisih 7 poin dari Kabupaten Gresik.

Saat ini, Kabupaten Pasuruan berada di rangking 6 dengan 188 poin. Dan Kabupaten Gresik urutan ketujuh dengan 181 poin. “Ketat sekali persaingan kita dengan Gresik. Sebelumnya kita bersaing ketat dengan Kabupaten Malang. Tapi, menjelang berakhir Porprov, kita bersaing dengan Gresik,” tegas H Moch Mulyadi, Ketum KONI Kabupaten Pasuruan didampingi sekretarisnya, Muriyat.

Tambahan emas dari Cabor biliar ini diraih pasangan Zahwa dan Warda. Mereka mengalahkan pasangan Kota Blitar dengan skor 3-1. Zahwa – Warda menambah koleksi medali Biliar. Sebelumnya, pebiliar Putri juga mengoleksi emas saat mengalahkan Fergi (Surabaya) dengan skor 3-1.

“Saya gambling saja pada pukulan bola terakhir. Bola lima menutupi bola Sembilan. Saya tepis dikit agar bola belok dan mendorong bola tiga. Untuk selanjutnya bisa mendorong bola Sembilan masuk,” terang Putri diamini Hariyanto, pelatih Biliar.

Dengan tambahan medali ini, Kabupaten Pasuruan meraih 27 emas, 23 perak, dan 34 perunggu. Sehingga, jika ditotal Kabupaten Pasuruan mendapat 84 medali dengan 188 poin. Peringkat Kabupaten Pasuruan pun naik dua digit. Dari Porprov 2015 lalu, Kabupaten Pasuruan berada di peringkat 8. Kini, di Porprov VI Jatim melesat menjadi 6 besar.

“Kalau dilihat dari target ada plus dan minus. Emas sebelumnya kita target 30 emas. Perak persis sama dengan target kita. Sedang perunggu melebihi dari target kita. Saat itu kita hanya target 25 perunggu. Nyatanya 34 perunggu,” imbuh Muriyat bangga. (day/day)