Besok, Gerhana Bulan Sebagian Bisa Diamati di Indonesia

2933
Langka - Ilustrasi Gerhana Bulan

Pasuruan (Wartabromo.com) – Fenomena Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi besok, Rabu (17/7/2019). Peristiwa langka ini bisa diamati di seluruh wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya menyebutkan, gerhana bulan bisa diamati sekitar pukul 01.42 WIB hingga 07.19 WIB.

Dijelaskan, ada 5 fase terjadinya gerhana bulan. Diawali dengan fase ‘gerhana mulai’. Ini ketika bulan masuk penumbra bumi (bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana). Nah, biasanya pada fase ini mata sulit membedakan, gerhana sudah dimuai apa belum. Di wilayah Indonesia bagian Barat fase ini terjadi pada pukul 01.42 WIB.

Selanjutnya, fase ‘gerhana sebagian dimulai’, terjadi sekitar pukul 03.01 WIB. Saat inilah gerhana sudah bisa diamati dengan mata telanjang. Barulah pada pukul 04.30 WIB, fase gerhana bulan sebagian memasuki puncaknya.

Setelah itu, gerhana memasuki fase hampir akhir. Dimana bulan mulai keluar umbra bumi (bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana). Terjadi pukul 06.00 WIB.

Nah, sekitar pukul 07.19 WIB, proses gerhana bulan masuk tahap akhir. Ini terjadi ketika bulan keluar penumbra bumi.

Sekedar informasi, Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

BMKG melaporkan, pada tahun 2019 ada 5 kali gerhana, antara lain:

  • Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 5-6 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia;
  • Gerhana Bulan Total (GBT) 21 Januari 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia;
  • Gerhana Matahari Total (GMT) 2 Juli 2019 yang tidak dapat diamati dari Indonesia;
  • Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 17 Juli 2019 yang dapat diamati dari Indonesia;
  • Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Desember 2019 yang dapat diamati dari Indonesia. (bel/may)