Gubernur Jawa Timur Akan Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger

2925
Foto : fajar.co

Probolinggo (wartabromo.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa direncanakan akan dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger pada resepsi Yadnya Kasada, Rabu (17/7/2019) malam. Selain gubernur ada 4 tokoh lainnya yang akan dikukuhkan di pendopo agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo itu.

“Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, setiap resepsi Yadnya Kasada ada pengukuhan tokoh. Biasanya mereka adalah pejabat baru di lingkungan Kabupaten Probolinggo atau yang berkaitan dengan wilayah Suku Tengger,” kata Kadiskominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian.

Berdasarkan informasi yang diterima wartabromo.com, ada 5 tokoh yang akan dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Tengger. Mereka adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Dandim 0820 Probolinggo, Letkol (Inf) Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo AKBP. Edwwi Kurniyanto, dan Ketua Pengadilan Kabupaten Probolinggo, Agus Ardian Agustriono.

“Kalau tidak ada perubahan, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan dikukuhkan sebagai warga Kehormatan Suku Tengger. Namun, kami masih menunggu informasi lanjutan terkait kehadiran beliau,” ungkap mantan Camat Sukapura ini.

Sedangkan Bambang Suprapto, salah satu tokoh Suku Tengger menuturkan, bahwa pengukuhan tokoh itu bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi Suku Tengger. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam memajukan budaya sesuai bidangnya masing-masing.

“Pengukuhan itu merupakan sebuah bentuk penghormatan warga Suku Tengger kepada pejabat. Kemudian bagaimana pejabat itu dapat memberikan kesejahteraan bagi warga Suku Tengger,” kata ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo ini.

Resepsi Yadnya Kasada akan dilangsungkan sejak pukul 19.00 WIB. Adapun ritualnya, dimulai Kamis dini hari (18/7/2018) di pure Luhur Poten lautan pasir, Gunung Bromo. Suku Tengger yang mendiami kaki Gunung Bromo, menyiapkan ragam sesaji.

Menjelang subuh, sesaji berupa hasil bumi tersebut, berbondong-bondong dibawa ke puncak kawah Gunung Bromo dengan jalan kaki dan dilarung ke dasar kawah. Ritual ini, mengundang banyak wisatawan berkunjung, baik lokal maupun mancanegara. (lai/saw)