Ke Probolinggo, Wakil Dubes Australia Cek Inovasi Pendidikan

352

Probolinggo (wartabromo.com) – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, datang ke kabupaten Probolinggo, Rabu (17/7/2019). Ia memonitor perkembangan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).

“Pemerintah Australia dan Indonesia telah bekerja bersama selama lebih dari 10 tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia, dan program INOVASI adalah salah satu bentuk dari kemitraan kami. Hari ini, kami memonitoring perkembangannya, sejauh mana program itu berjalan,” tutur Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Ia memahami, upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tidak mudah. Menurutnya, beberapa hal harus difokuskan, di antaranya pada motivasi guru maupun kerjasama antara guru.

“Gagasan baru untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyampaikan pelajaran kepada murid,” lanjut pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Dikatakannya, melalui Program INOVASI, pemerintah Australia dan Indonesia bekerja sama untuk memahami cara-cara meningkatkan hasil belajar siswa.

Berbagai program rintisan INOVASI berfokus pada cara-cara untuk meningkatkan pembelajaran literasi dan numerasi pada SD/MI kelas awal. Baik itu melalui penguatan praktik di ruang kelas, meningkatkan dukungan kepada guru, dan memastikan semua anak dapat belajar dengan baik di dalam kelas.

Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga implementasi terus dievaluasi. Kemudian didokumentasikan dalam berbagai jenis materi dan dibagikan secara luas.

“Berbagai program rintisan yang dilaksanakan INOVASI di Jawa Timur berupaya mencari tahu apa saja cara yang berhasil, dan juga tidak berhasil, meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah,” ungkap Allaster Cox.

Dilanjutkan, dengan memperkuat hasil pembelajaran siswa dalam hal kemampuan literasi, diyakininya bakal memberi kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Allaster Cox datang di salah satu sekolah mitra program, yaitu SD Negeri Sukodadi 2 Kecamatan Paiton. Ia bertemu langsung dengan para mitra program yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Fathurrosi. Di Kabupaten Probolinggo sejak 2017 lalu, ada 27 sekolah di 2 kecamatan yang menjadi mitra program INOVASI. Di Kecamatan Paiton, ada 9 SD dan 10 MI dengan fokus pembelajaran literasi. Di Kecamatan Sukapura, ada 8 lembaga pendidikan SD yang menjadi mitra. Yakni dengan fokus sebagai sekolah kelas rangkap (multi grade).

“Kalau pun program ini putus atau tidak berlanjut, ada kewajiban dinas untuk melanjutkan programnya. Sebab program ini sangat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ungkap Fathurrosi.

Pada 2020, Dinas Pendidikan Probolinggo pun sudah menyiapkan program serupa. Hal ini dilakukan karena program INOVASI akan berakhir pada tahun ini.

Pada kesempatan itu, para guru dari Kecamatan Sukapura menampilkan hasil karya dan inovasi dalam bidang literasi dan penerapan kelas rangkap. Guru dari Sukapura menunjukkan bagaimana mengimplementasikan kelas rangkap melalui pemetaan kurikulum. Sehingga dua kelas dapat belajar bersama-sama dalam satu kelas.

Sementara guru dari Kecamatan Paiton menampilkan implementasi literasi. Salah satunya adalah ‘Klinik Baca’ untuk menangani siswa kelas awal yang masih mengalami kesulitan membaca, sehingga dapat lebih mahir membaca dan memahami isi bacaan. Guru Paiton juga bermitra dengan Kolaborasi Literasi Bermakna (KLB) dalam mengimplementasikan program rintisan literasi kelas awal. (saw/saw)