Relawan TIK Pasuruan Ajak Siswa MTs dan SMK Miftahul Huda Jeruk Purut Perangi Hoax

619

Gempol (WartaBromo.com) – Relawan TIK kian aktif kampanyekan bahaya hoax ke pelajar di Pasuruan. Pasalnya, saat berselancar di dunia maya, pelajar seringkali dibingungkan adanya konten negatif dan kabar bohong.

Aksi Relawan TIK bertajuk Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital dengan tema Stop Hoax dan Cyberbullying kali ini dilangsungkan di MTs dan SMK Miftahul Huda Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Rabu (17/07/2019).

Kegiatan lebih maton, lantaran Polsek Gempol dilibatkan, bersama-sama bertemu dengan para pelajar. Tak kurang dari 300 siswa turut dalam diskusi bahaya hoax di internet ini.

Hal cukup menarik dan spesial pada sosialisasi di kawasan penambangan pasir ini adalah, hampir seluruh siswa telah memiliki akun media sosial (medsos). Artinya, dunia maya selama ini sudah dikenal, sehingga siswa kerap mendapatkan beragam informasi dari luar tatkala memanfaatkan internet. Masalahnya, mereka acapkali kebingungan atau bahkan tak mampu menyaring konten negatif atau hoax saat ber-medsos.

“Kali ini kami lebih tertantang untuk menjelaskan lebih dari awal tentang dampak penggunaan internet dari segi positif-negatifnya. Karena mayoritas siswa hanya menggunakan internet untuk facebookan dan chatting,” ujar Bahruddin, Ketua Relawan TIK Pasuruan.

Sementara itu, Panit 1 Binmas Polsek Gempol, Aiptu Didi Hari Utomo menjelaskan penggunaan media sosial dikaitkan dengan ancaman Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tentunya, bagi yang menyalahgunakan media sosial, menurutnya bakal terjerat hukum.

“Yang membuat kami kaget, banyak dari mereka menggunakan facebook untuk update status dengan kata-kata kasar, membully temannya, menyindir, hingga umpatan-umpatan kemarahan yang ditujukan kepada seseorang,” ucap Aiptu Didi.

Ia mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan ini, lebih untuk berbagi pengetahuan tentang dampak hukum yang bisa diterima bilamana terdapat pihak yang tersinggung dengan status media sosial yang dibuat.

“Mereka akan berakhir di penjara karena adanya UU ITE. Beberapa kali sudah menjerat warga Pasuruan,” pungkas Didi mengingatkan.

Sebelumnya, Tolib Supartono, S.Ag, Kepala MTs Miftahul Huda Jeruk Purut dalam sambutan pembukaan kegiatan mengungkapkan, bila kenakalan remaja marak, juga lebih banyak disebabkan internet. Tolib berharap, setelah mendapat materi dan diskusi kali ini, para siswa bisa lebih bijak memanfaatkan internet. Hal yang ditekankan kemudian, justru siswa siswi Miftahul Huda Jeruk Purut, seharusnya berlomba membuat konten positif. Memanfaatkan internet dengan cerdas, kreatif, dan produktif.

“Terima kasih kepada Relawan TIK Pasuruan dan media online wartabromo.com. Sosialisasi seperti ini sangatlah perlu, terutama untuk pengguna anak-anak sekolah, mengingat internet itu penting,” ujar Tolib.

Ia menyadari perlu upaya lebih, untuk terus memberikan imbauan dan pemahaman, bagaimana menjadikan siswa sebagai pengguna, lebih bisa bertanggung jawab dalam mengakses internet.

“Memang masih perlu untuk memberikan imbauan dan pemahaman,” kata Tolib. (bro/**)