Romantisme Kakek-Nenek Jamaah Haji, Bergandengan Tangan Kemanapun Karena Tak Mau Dipisah

1432

Madinah (wartabromo.com) – Kisah romantis sepasang kekasih ternyata tidak hanya menjadi milik para kaum muda. Pasangan kakek-nenek jamaah Haji pun mengalami hal serupa. Mereka menolak dipisahkan, bagaimanapun keadaannya.

Mahmud Sopamena (87) dan Kalsum Litiloli (75), pasangan kakek-nenek asal Ambon ini bisa jadi menjadi pasangan terromantis. Meski berada di dua kursi roda yang berbeda, tangan kedua insan ini enggan saling melepas.

Ketua Kloter Jusman Rivay Rumra mengatakan, Mahmud yang merupakan anggota Kloter 13 Embarkasi UPG asal Ambon Maluku sejak dari rumahnya sudah tak mau berpisah dengan sang istri yang juga turut berhaji bersamanya.

“Pak Mahmud kami bantu naik ke ambulans sejak dari rumah ketika naik ambulans sampai di Bandara Hasanuddin tidak mau turun dari ambulans dan harus ditemani istrinya,” kata Rivay dikutip dari website resmi Kementerian Agama RI.

Mahmud pun sempat mengamuk kepada petugas, hingga akhirnya Nenek Kalsum harus dijemput petugas supaya bisa bersama dengan si Kakek. Mama Cum, panggilan akrabnya, memang menjadi penawar ampuh bagi sang suami. Kakek Mahmud lantas mau turun dari ambulans setelah dibujuk Mama Cum, meski ada syaratnya. Sang Istri harus tetap bersamanya, tak boleh dipisahkan.

“Akhirnya kita bawa tapi mereka tak bisa dipisahkan. Dari mulai di ambulans sampai ke pesawat Mama Cum enggak bisa bergerak. Karena kalau sampai Mak Cum bergerak Pak Mahmud bisa marah-marah lagi,” katanya.

Kejadian ini terus berulang. Jika Mama Cum mau ke kamar mandi atau melakukan kegiatan pribadi, Kakek Mahmud harus diberi pengertian. Ia khawatir kepergian Mama Cum ini untuk dipisahkan dengannya. Alhasil, tangan mereka saling terpaut, supaya tak dipisahkan petugas.

“Sampai di Madinah kami harus turunkan mereka berdua bersama-sama menggunakan kursi roda, keduanya tidak mau dipisahkan. Saat Mama Cum sudah jauh, Pak Mahmud marah-marah terpaksa Mama Cum kita panggil balik lagi,” katanya.

Tak sampai disitu, ternyata keposesifan Kakek Mahmud sangat berdampak kepada para petugas. Tak terkecuali Rivay. Ia yang saat itu kebagian mendorong kursi roda Mama Cum, sempat dimarahi bahkan dipukul.

“Cemburu, dia enggak mau kita kasih (dorong) Mama Cum. Makanya pas kita dorong itu Mama Cum harus pegang tangan. Setelah pegang tangan, dia harus elus-elus, pahanya, kakinya, itu pun baru dorong (kursi roda) sedikit-dikit enggak bisa jauh karena pegangan tangan. Pokoknya dia enggak mau jauh sama istrinya,” pungkasnya.(may/ono)