Bahaya Memakaikan Selimut Pada Bayi

1036

Pasuruan (Wartabromo.com) – Ketika bayi baru lahir, perlindungan berlapis dilakukan oleh para orang tua. Salah satunya dengan memakaikan selimut pada bayi agar terlindung dari hembusan angin ketika tidur.

Niatnya memang baik, tapi dibalik itu semua, terselip bahaya yang mengancam keselamatan bayi lho. Bahkan meningkatkan risiko kematian mendadak.

Waduh, kok bisa ya?

Dilansir dari hellosehat.com, sutu riset yang pernah dilakukan, menyebutkan, risiko kematian mendadak atau dikenal SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi yang memakai selimut ketika tidur, bisa 5 kali lipat.

Pasalnya, bayi yang masih hitungan bulan, memang sedang aktifnya bergerak. Terutama bagian kaki dan tangan. Nah, permukaan selimut yang lebar pasti akan tersingkap sehingga menutupi area wajah. Inilah yang kemudian yang membuat bayi kesulitan bernapas. Bahkan yang terburuk, bayi bisa tercekik.

Dijelaskan kemudian, pemakaian selimut pada bayi dianjurkan ketika usia buah hati diatas 12 bulan. Sebab, pada usia ini kontrol motorik tangan dirasa sudah cukup baik untuk memindahkan selimut yang menutupi wajah.

Tapi, bukan berarti buah hati harus dibiarkan kedinginan ya. Ada cara lain yang bisa jadi pilihan orang tua untuk menghangatkan tubuh anak. Kantong tidur bisa menjadi pilihan.

Kantong ini berupa pakaian panjang yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk tangan dan kaki. Pakaian ini cenderung lebih aman digunakan tidur, sebab, bayi bisa tetap leluasa bergerak tanpa khawatir wajah tertutupi.

Jika memang terpaksa harus menggunakan selimut, maka orang tua harus melakukan pengawasan ekstra, supaya gerak bayi tidak menyebabkan selimut menutupi wajah (hidung). Pemakaian selimut tebal juga dianjurkan tidak terlalu melilit tubuh bayi, supaya tidak terlalu sesak dan panas. (bel/may)