Berbekal Obeng dan Celurit, Pria Paruh Baya Ini Curi Motor di 24 TKP

856

Lumajang (wartabromo.com) – Pria paruh baya asal Desa Selok Gondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang rupanya harus menjalani masa tuanya di penjara. Ini lantaran Ia menjadi pelaku pencurian motor spesialis bobol rumah, yang sudah beraksi di 24 tempat.

Nur Ain (50) untuk kelima kalinya harus menjadi tahanan di sel Polres Lumajang. Pria paruh baya ini terbilang bertangan dingin dalam melakukan tindak kejahatan.

Nur mengaku, sebelum beraksi, Ia mencari target rumah yang memiliki motor pada siang hari. Lalu setelah menemukan tempat yang pas, barulah Ia beraksi pada malam harinya.

Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Nur menuju rumah incaran, dengan berbekal obeng dan celurit. Obeng ini digunakan untuk mencongkel pintu atau jendela rumah korban. Sementara celurit digunakan untuk menakut-nakuti pemilik rumah.

“Dia cukup profesional dan lihai dalam menjalankan aksinya. Terbukti dari 27 kali perampokan yang dilakukan, 23 kali berhasil membawa kabur motor korban,” jelas AKBP Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

Setelah berhasil membawa kabur motor yang rata-rata matic, pria paruh baya ini kemudian menjualnya ke Sugeng, penadah asal Sumberbaru, Jember. Harga jualnya pun beragam, mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta.

“Penadah atas nama Sugeng juga sudah kami gerebek rumahnya berkolaborasi dengan Resmob Polres Jember. Sugeng berhasil kabur tapi ada 8 motor hasil kejahatannya yang kami sita yang disembunyikan di kebun kopi belakang rumahnya,” lanjutnya.

Tercatat setidaknya Nur sudah beraksi sebanyak 27 kali sejak keluar dari penjara pada 2018 lalu. 24 kali berhasil mencuri, 3 kali gagal.  Dalam catatan kepolisian, pelaku merupakan residivis yang berulang kali keluar masuk penjara. Yakni di tahun 2002 (penjara 1 tahun), 2004 (penjara 1 tahun), 2011 (penjara 5 bulan) dan 2016 (penjara 1 tahun 6 bulan).

Sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Termasuk peluang adanya pelaku lain yang terlibat bersama lelaki paruh baya tersebut. (may/ono)