Gagal Total di Porprov, IPSI Kabupaten Probolinggo Blusukan ke Pesantren

1005

Probolinggo (wartabromo.com) – Pil pahit terpaksa ditelan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Probolinggo pada gelaran Porprov VI Jawa Timur lalu. Tak satupun atlet yang bisa berpartisipasi di gelaran tersebut. IPSI pun blusukan ke pondok pesantren (Ponpes) untuk mencari bibit pesilat handal.

Sejak sepekan lalu, pengurus IPSI blusukan ke sejumlah Ponpes di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya Ponpes Nurul Qodim Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton; Ponpes Nurur Rahmah Desa Sambirampak Lor, Kecamatan Kota Anyar. Kemudian ke Ponpes Mambaul Ulum Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton.

“Kami akan berkeliling ke Ponpes-ponpes, yang memiliki perguruan silat. Mereka para santri akan kami gembleng secara profesional. Kami sengaja mencari bibit pesilat di kalangan santri, karena kami yakin santri sangat konsisten dan banyak yang gemar olahraga silat,” ujar ketua IPSI Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ansori, Kamis (25/7/2019).

Langkah ini, menurut Ansori, untuk mencari bibit-bibit unggul pesilat. Selain dari perguruan silat yang sudah ada. Sebab, pada gelaran Porprov lalu, pesilat Kabupaten Probolinggo hanya sampai di pra-Porprov saja. Selain untuk menyebarkanluaskan pencak silat sebagai budaya bangsa.

“Dan sebenarnya ini adalah usaha kami, agar Kabupaten Probolinggo memiliki bibit baru pada Porprov 2021 mendatang. Tentunya harapan kami, mampu membawa nama baik daerah tercinta kita ini. Sebab di Porprov 2019 ini, kami gagal masuk di Porprov, hanya sampai tahap pra-Porprov saja,” ungkap Ansori.

Salah satu pengasuh Ponpes Nurul Qodim, KH Hafidzul Hakiem Noer mengaku senang dengan langkah IPSI. Ia mengungkapkan bela diri silat sudah lama berkembang di pondoknya. Namun, sejak didirikan oleh KH. Hasyim Mino, perguruan silat yang belum bergabung IPSI. Sehingga peluang untuk bergabung itu diambilnya dengan tangan terbuka.

“Sejak kakek kami mendirikan pesantren ini, pencak silat sudah ada. Kami menilai seni olah badan ini, mampu membendung pengaruh negatif dari faham-faham radikal. Selain itu, kami tentunya ingin para santri memiliki prestasi-prestasi sesuai keahliannya. Entah itu dalam ilmu agama maupun kegiatan ekstra yang berkembang di pondok ini,” ujar putra KH. Nuruddin Musyiri ini.

Hal senada diungkapkan oleh Mattali, selaku pelatih pencak silat di Ponpes Nurul Qodim. Ia mengaku bangga karena anak didiknya kini akan menjadi anggota IPSI Kabupaten Probolinggo.

“Kami bangga karena bakat santri di sini akan teruji dalam kejuaraan resmi IPSI. Kami juga bisa mengetahui perguruan silat mana saja di Kabupatn Probolinggo. Sehingga nantinya bisa saling tukar ilmu untuk memajukan pencak silat,” terang ketua Pagar Nusa di Ponpes tersebut. (saw/saw)