Rawan Begal, Polisi Bersenjata Jaga Perbatasan Probolinggo-Lumajang

1109

Lumajang (wartabromo.com) – Sepanjang jalan Raya Ranuyoso – Klakah menjadi lokasi paling rawan begal di Lumajang utara. Pos polisi di Jalan itu pun kembali diaktifkan dengan menempatkan petugas bersenjata lengkap.

Setidaknya dalam 4 bulan terakhir, polisi mencatat ada 3 kali aksi pembegalan di wilayah Ranuyoso. Biasanya, korban dibuntuti mulai wilayah Probolinggo, lalu dibegal di wilayah Lumajang. Ini lantaran jalan raya Ranuyoso terbilang sepi dan minim penerangan.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengatakan, untuk mensiasati kejadian kembali berulang, Ia menempatkan anggota kepolisian di Pos Polisi Wates Wetan Ranuyoso. Pos ini sebelumnya jarang ditempati.

“Empat personil saya tempatkan di pos ini, yakni dua orang dari personil lalu lintas serta dua personil Tim Cobra bersenjata laras panjang. Kebijakan ini saya ambil karena wilayah utara selain dikenal jalur rawan macet, juga sering kali terjadi kasus begal jalanan,” ujarnya kepada wartabromo.com.

Nantinya para personel kepolisian itu akan bertugas selama 24 jam penuh, dengan dua shift. Mereka juga akan melakukan patroli mulai dari perbatasan Probolinggo-Lumajang sampai Klakah.

“Tim Cobra saya rutinkan juga berlatih menembak dari atas motor, jadi jika para pelaku sudah membahayakan nyawa masyarakat, maka tak canggung lagi untuk menembak para pelaku kriminal tersebut,” tegasnya.

Selain kondisi rawan begal, wilayah tersebut juga kerap macet. Pengaktifan pos polisi ini diharapkan bisa membantu urai kemacetan.

“Volume kendaraan yang tak sebanding dengan lebar jalan, menyebabkan jalur utara merupakan langganan kemacetan. Dengan penempatan personel dari Sat Lantas Polres Lumajang ini, saya berharap bisa membantu mengurai kemacetan yang sering kali terjadi,” pungkasnya. (may/ono)