Driver Online Probolinggo Sangkal Ada Kesepakatan soal Zonasi

1968
Ilustrasi konflik transportasi tradisional dengan online.

Probolinggo (wartabromo.com) – Paguyuban Driver Online Probolinggo (DOP) sangkal adanya kesepakatan terkait zonasi antara pihak transportasi online dan Asosiasi Sopir Angkot Kota Probolinggo (ASAP). DOP mengaku, kesepakatan zonasi juga belum menemukan titik temu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Probolinggo menjembatani polemik antara keduanya. Kadishub Kota Probolinggo pun menjelaskan pihaknya telah melakukan pertemuan antara transportasi online dan ASAP pada Jumat (26/7/2019) siang.

Dinas Perhubungan Kota Probolinggo memfasilitasi agar ASAP dan DOP duduk bersama, mengurai masalah zona angkut penumpang.
Dalam pertemuan itu pula, pihak Dishub menyebutkan telah menghasilkan kesepakatan mengenai aturan pengambilan penumpang, jam pelayanan, dan operasional lapangan, termasuk zonasi.

“Kami fasilitasi agar tidak ada lagi gesekan di antara keduanya, Alhamdulillah sudah ada kesepakatan terkait zonasi, jam pelayanan, maupun operasional yang ada di lapangan,” papar Sumadi, Kadishub Kota Probolinggo.

Belakangan terungkap, bila kesepakatan dimaksud pihak Dishub belum tercapai. Zulkifli Ketua DOP menyangkal adanya kesepakatan tersebut.

Baca: Coba Berdamai, Transportasi Tradisional dan Online di Kota Probolinggo Bikin Aturan Tertulis

Seakan meluruskan, pihaknya mengaku keputusan terkait pembagian zonasi belum juga mendapatkan titik terang. Jikapun terdapat komitmen, ditegaskannya masih sebatas pada kalimat akan ada zonasi. Sebagai perwakilan driver online, Zulkifli merasa keberatan terkait ungkapan, bahwa telah ada kesepakatan bersama antara ASAP dan DOP, dibuat secara tertulis serta telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Secara lebih detil soal titik zona mana saja, untuk “dikuasai” pihak transportasi tradisional maupun online, Zulkifli mengatakan belum ada pembahasan.

“Belum ada kesepakatan,” ungkap Zulkifli saat menyatakan klarifikasinya kepada wartabromo.com, Sabtu (27/7/2019).

Pihaknya, saat ini masih menunggu agenda pertemuan lanjutan dengan pelaku transportasi tradisional, sehingga didapat kesepakatan terkait zonasi. “Nunggu Dishub kapan (pertemuan lanjutan dilakukan),” tutupnya. (ptr/ono)