Gara-gara Buku Aidit, Dua Penggiat Vespa Literasi Diciduk Polisi

2675

Probolinggo (wartabromo.com) – Dua penggiat Vespa Literasi di Kabupaten Probolinggo Diciduk oleh anggota Polsek Kraksaan, pada Sabtu (27/7/2019) malam. Sebab di antara buku-buku literasi gratis yang dimiliki ada buku-buku Dipa Nusantara (D.N) Aidit, salah satu tokoh komunis Indonesia.

Informasinya sekitar pukul 21.00 WIB, anggota Polsek Kraksaan menangkap 2 anggota dari Komunitas Vespa Literasi. Mereka adalah Muntasir Billah alias Momon (24), warga Desa Jati Urip, Kecamatan Krejengan; dan Saiful Anwar (25), warga Desa Bago, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Mereka diamankan saat membuka lapak baca gratis di depan Alun-alun Kota Kraksaan.

“Kami amankan mereka tadi malam di Alun-alun. Sebab, dari beberapa buku yang dimiliki ada buku tentang D.N. Aidit, salah satu tokoh komunis Indonesia,” kata Kapolsek Kraksaan, Kompol. Joko Yuwono. minggu (28/7/2019).

Buku-buku D.N. Aidit yang digelar pada lapak gratis itu antara lain berjudul Dua Wajah Dipa Nusantara, Menempuh Djalan Rakjat, D.N Aidit ‘Sebuah biografi ringkas’. Serta Sukarno, marxisme & leninisme karya Peter Kasenda. Oleh polisi, 4 eksemplar buku yang dinilai pro komunis itu diamankan. Selain buku, kedua penggiat literasi juga diamankan ke Mapolsek Kraksaan.

“Buku-buki tersebut berbau tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat ini sudah dilarang di Indonesia. Maka kami mengamankan buku-buku tersebut,” lanjut Joko.

Kedua penggiat literasi itu oleh polisi dilepaskan, setelah diperiksa secara intensif. Namun, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui asal muasal buku-buku tetang pimpinan partai komunis tersebut. “Setelah diperiksa, keduanya kami pulangkan. Tapi penyelidikan kami tidak berhenti sampai di sini saja,” tandas perwira dengan 1 melati di pundak ini.

Komunitas Vespa Literasi diketuai oleh Abdul Haq. Pemuda ini, merupakan seorang mahasiswa dan berdomisili di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Lapak baca buku gratis ini, digelar di sekitar Alun-alun Kraksaan setiap Sabtu malam. Sementara pada Sabtu sore, digelar di depan Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Semampir Kraksaan. (saw/saw)