Tim PKM Universitas Lumajang Bina Wirausaha di Yayasan Rumah Perubahan Indonesia Lumajang

2331

Lumajang (wartabromo.com) – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Lumajang menggelar pembinaan kewirausahaan untuk Yayasan Rumah Perubahan Indonesia (RPI). Pembinaan dilakukan dengan menyalurkan bantuan hibah fasilitas dari Kemenristekdikti, hingga pendampingan pemasaran produk.

Acara ini digelar mulai Kamis-Minggu (24-28/7/2019) di Aula RPI. Pendampingan ini dimulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk yang dimiliki oleh RPI.

Yayasan yang menaungi anak yatim dhuafa non panti ini memiliki olahan pangan dengan nama Snack BaPer (Barokah Perubahan). Snack itu dikelola langsung oleh wali anak yatim dhuafa yang kebanyakan merupakan ibu-ibu.

“Ada beberapa tujuan dari Tim PKM ini yaitu mendampingi dan meningkatkan kualitas snack baper, hingga terbatasnya pemasaran dan lain sebagainya,” kata Shanti Akhiriani, Ketua Tim Peneliti.

Baca Juga :   Tips Memilih Smartphone untuk Bisnis Online

Untuk itu, PKM Universitas Lumajang berusaha mendampingi Yayasan ini hingga mendapatkan bantuan hibah Kemenristekdikti berupa sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas produk. Beberapa alat produksi pun diberikan seperti 1 set pisau pemotong, 1 set alat penggorengan, 1 unit meja peniris minyak hingga etalase & meja promosi untuk pemasaran produk Snack Baper.

“Pemberian fasilitas peralatan produksi, lalu pelatihan wirausaha dengan pemasaran melalui medsos. Kami juga sedang menyelesaikan website untuk media promosi. Termasuk pendampingan pengurusan PIRT,” tambahnya.

Pengelola usaha Snack BaPer.

Beberapa pelatihan yang diberikan yakni pelatihan desain kemasan, pemasaran berbasis online hingga pengetahuan mengenai keamanan pangan. Tujuan utamannya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk snack Baper.

Sementara itu, Ketua Yayasan RPI, Moh. Chudzil Chikmat berterimakasih kepada TIM PKM Universitas Lumajang karena turut mendampingi untuk para wali yatim dhuafa ini.

Baca Juga :   Mau Banting Setir Dagang Online? Begini Tipsnya

“Alhamdulillah, terimakasih banyak. Pertama kami fokus untuk beasiswa anak yang hafal qur’an. Lalu kami bingung untuk ibu-ibu wali anak ini. Berkat bantuan PKM insya Allah semoga bisa berkembang lebih produktif,” ujarnya

Diketahui, ada sekitar 405 anak yatim dhuafa binaan Yayasan RPI. Mereka tersebar di 10 Kecamatan di Lumajang mulai dari tingkat TK hingga SMA. Sementara itu, ibu wali ini dibina untuk menghasilkan produk snack baper. Seperti keripik talas, sale pisang dan jajanan lain. Hasilnya nanti akan digunakan untuk meningkatkan kemandirian ibu wali yatim dhuafa binaan Yayasan RPI Indonesia. (**/**)