Setengah Tahun, Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Pasuruan Capai Rp130 Miliar

565
Grafis Pembiayaan Daerah Kabupaten Pasuruan per Juli 2019.

Pasuruan (wartabromo.com) – Dalam rentang waktu setengah tahun, realisasi pembiayaan daerah Kabupaten Pasuruan mencapai Rp130.616.750.361. Sementara untuk penerimaan pembiayaan daerah menyentuh Rp139.945.601.979, sedangkan pada pengeluarannya telah sampai pada angka Rp9.328.851.618.

Data tersebut berdasarkan laporan yang terungkap dalam Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan RI per 15 Juli 2019.

Diketahui, rancangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam pembiayaan daerah tahun 2019 ini mencapai Rp147.652.902.954. Berjalan setengah tahun, pencapaiannya telah menyentuh 88.4 persen atau senilai Rp130.616.750.361. Sehingga masih terdapat sisa sebesar Rp17.036.152.593.

Sementara, untuk penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah, masing-masing dirancangkan sebesar Rp150.909.667.037 dan Rp3.256.764.083.

Jumlah realisasi penerimaan pembiayaan daerah diketahui belum mencapai pada sebagaimana yang telah dirancangkan sebelumnya. Rancangan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp150.909.667.037 tersebut, pada 15 Juli 2019 kemarin telah direalisasikan sebesar Rp139.945.601.979 atau 92.7 persennya. Maka, sisa kekurangannya masih Rp10.964.065.058.

Penerimaan pembiayaan daerah didapat dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya yang telah dianggarkan sebesar Rp139.945.601.979. Selain itu juga didapat dari enam item lainnya, yakni pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman, penerimaan piutang daerah dan penerimaan kembali investasi dana bergulir. Namun, enam item tersebut tidak dianggarkan.

Baca: Belanja Langsung Kabupaten Pasuruan Tersisa Rp231 Miliar

Sedangkan pada pengeluaran pembiayaan daerah, yang terdiri dari pembentukan dana cadangan, penyertaaan modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran pokok utang, pemberian pinjaman daerah, pembayaran kegiatan lanjutan, hingga pengeluaran perhitungan pihak ketiga hanya dianggarkan sebesar Rp3.256.764.083 dari item penyertaaan modal (investasi) pemerintah daerah saja.

Berbeda dengan realisasi penerimaan pembiayaan daerah, penyerapan realisasi pengeluaran pembiayaan daerah tersebut telah melampaui rancangan yang dianggarkan. Yakni sebesar 286.4 persen atau senilai Rp9.328.851.618. Sehingga lampauannya mencapai Rp6.072.087.535. (ptr/ono)