Hewan Cacat Fisik Masih Dijumpai pada Lapak Pedagang di Probolinggo

645

Probolinggo (wartabromo.com) – Berhati-hatilah saat membeli hewan kurban, sebab tak semua hewan sempurna dan memenuhi syarat. Seperti yang ditemukan oleh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo saat mengecek kelayakan hewan di Kecamatan Kraksaan.

“Kami menemukan satu hewan kurban yang dinilai tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. Karena kondisi fisiknya yang tidak dalam kondisi normal, yang kakinya bengkok. Sedang untuk hewan yang dalam keadaan sakit, masih belum menemukan,” Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran DPKH Yukti Widiatmaningsih, Kamis (8/8/2019), saat mengecek kesehatan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Yukti menuturkan untuk cek kesehatan kurban, pihaknya memang mengkhususkan di sekitar wilayah Kecamatan Kraksaan. Sebab, daerah ini merupakan yang paling banyak terdapat penjual hewan musiman. Sentra terbanyak ada di Kelurahan Patokan yang terdata sebanyak 6 lapak. Meski begitu, kegiatan rutin tahunan tersebut juga dilakukan di tempat lain.

“Kami memang memusatkan pengecekan hewan kurban di daerah Kraksaan. Dan kami rutin cek kesehatan hewan setiap tahun. Bagi yang sakit, kami sarankan untuk dipisahkan. Hewan yang sakit kalau bisa diobati. Kalau nutut sampai Idul Adha silakan dijual untuk kurban, kalau tidak nutut terpaksa harus dijual setelahnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Muadz Banawir salah satu penjual hewan musiman di Jalan PB. Sudirman, Kelurahan Patokan menuturkan, terjadi peningkatan omset jelang hari raya. Jika 2 pekan lalu hanya 1 ekor per hari, namun sejak 3 hari lalu minimal 4 ekor yang laku. Ia mengatakan tak jarang ada warga yang sekali beli lebih dari 1 ekor.
Harga kambing yang ditawarkan mulai dari Rp3 juta hingga Rp4,4 juta per ekor. Sedangkan harga domba, kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor.

“Kalau sekarang omset meningkat karena mendekati Idul Adha. Kambing atau domba yang sudah terbeli, kami tandai. Tergantung pembeli, apakah mau langsung diambil atau dititipkan di sini. Kalau dititipkan, tentu ada tambahan biaya jasa titip,” ungkap Muadz. (cho/saw)