Menikmati “Boom” Saat Susur Sungai Pekalen

559

Probolinggo (wartabromo.com) – Sungai Pekalen di Kabupaten Probolinggo menyimpan sejuta potensi. Selain menjadi tumpuan para petani, sungai ini dimanfaatkan sebagai wisata susur sungai atau arum jeram (rafting). Di musim kemarau ini, debitnya masih dapat dimanfaatkan untuk berplesir ria.

Berangkat dari kamp Songa Adventure (satu-satunya operator tersisa) di Desa Condong, Kecamatan Gading, petualang pun dimulai. Kali ini, wartabromo.com bersama rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Pokja Jurnalis Kraksaan dan KONI Kabupaten Probolinggo siap menaiki pikap, susur sungai berangkat menuju titik start di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris.

Sesampai di perkampungan, peserta berjalan kaki melewati jalan setapak sejauh 1 kilometer menuju titik awal Pekalen Bawah. Menggunakan perahu karet, para peserta yang sudah memakai jaket keselamatan siap memulai petualangan. Rombongan ini terbagi dalam 3 perahu karet dan 1 perahu berisi tim rescue.

1, 2, 3… perlahan perahu karet berisi 7 orang mulai menyusuri Sungai Pekalen dengan lebar rata-rata 5-20 meter dan kedalaman air sekitar 1-3 meter. Tak perlu susah-susah mengayuh, karena arus yang deras mampu membawa perahu dengan sendirinya.

Meski memasuki musim kemarau, kedalaman air rata-rata masih diatas 60 centimeter, batas normal untuk diarungi. Cukup nyaman untuk rafting. Sungai ini dikategorikan memiliki tingkat kesulitan (grade) II sampai dengan III. Sehingga, rafting di Pekalen tidak perlu banyak-banyak mendayung, seperti halnya rafting di daerah Jawa Barat.

Boom… arum jeram dengan kategori sedang pun, beberapa kali menyambut kami. Ada ketegangan saat perahu karet memasuki jeram. Takut, kaget dan gembira bercampur menjadi satu keseruan. Adrenalin pun menyengat otak, membuat kami larut dalam kegembiraan.

“Boom, boom (jeram) itu yang menjadi daya tarik. Sensasinya luar biasa. Selain boom, pemandangan kiri-kanan sepanjang arum jeram tadi sangat luar biasa. Sebuah potensi alam yang sangar bagus. Semoga nanti ada atlet-atlet arum jeram yang lahir dari sini,” kata Suloso, pengurus KONI Kabupaten Probolinggo.

Menurut Made Arte, salah satu tim rescue, Pekalen Bawah mempunyai 35 jeram. Kategorinya antara mudah dan sedang. Berbeda dengan jeram yang ada di Pekalen Atas.

“Untuk safety (keamanan) pasti kami jamin. Di setiap jeram yang berpotensi, kami siapkan tim rescue,” ujarnya.

Selama musim kemarau ini, jumlah pengunjung tiap minggunya juga stabil, rata-rata 100 orang pada hari biasa dan 200-300 orang pada saat akhir pekan. Meski di musim kemarau arusnya tidak sederas saat penghujan, namun peminatnya tak pernah sepi. (saw/saw)