Tips Sehat Mengolah Daging Kurban

502

Pasuruan (Wartabromo.com) – Hari Raya Idul Adha 1440 H ditetapkan jatuh esok hari, Minggu (11/8/2019). Nah, di hari istimewa itu banyak yang mengolah daging menjadi menu utama.

Ya, daging memang salah satu menu yang kaya akan zat besi. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk mengangkut oksigen dalam darah.

Alih-alih menyehatkan, ternyata proses memasak yang kurang tepat, bisa memicu gangguan kesehatan. Misalnya saja ketika daging dimasak dengan api besar dan suhu tinggi.

Cara itu ternyata dapat membentuk 3 senyawa tak sehat, antara lain heterocyclic amines (HAs), advanced glycation end products (AGEs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Ketika senyawa itu bereaksi dengan komponen lain saat suhu tinggi, dapat meningkatkan risiko kanker.

Waduh, maksud hati ingin sehat malah ketiban penyakit. Tapi jangan khawatir, beberapa hal bisa dilakukan untuk menghindari risiko penyakit itu. Dikutip dari viva, berikut tips mengolah daging agar tetap sehat.

1. Metode memasak yang tepat

Daripada dimasak dengan api besar dan suhu tinggi, sebaiknya daging kurban, dimasak dengan api kecil dengan cara direbus dipanggang, atau dikukus. Tapi dimasaknya tetap dengan durasi lama biar daging matang merata.

2. Sering membalik daging

Nah, bila tetap ingin memasak dengan suhu tinggi, atau dengan api besar, sebaiknya daging sering dibolak-balik. Hal ini bertujuan agar daging cepat matang dan mengurangi risiko bereaksinya senyawa berbahaya pemicu penyakit.

3. Hindari daging hangus

Apabila daging kurban dimasak dengan cara dibakar, ada baiknya jika bagian hangusnya dibuang. Sebab, bagian hangus itu jika dikonsumsi dapat memicu kanker. Nah ketika membakar pun, usahakan daging tidak terkena api secara langsung. Juga tetap memperhatikan suhu ketika memasak.

4. Bahan tambahan

Beberapa bumbu tambahan yang menyehatkan juga bisa menjadi pilihan agar olahan daging tetap nikmat. Daging bisa dibumbui dengan bahan alami seperti minyak zaitun, air perasan lemon atau bawang putih. Selain sehat, bumbu-bumbu itu akam menambah cita rasa masakan. (bel/may)