Merasa Mampu, 277 Penerima PKH Kabupaten Pasuruan Mundur

4880
Sejumlah ibu-ibu menunjukkan lembar pengunduran diri sebagai penerima PKH. Mereka mundur secara sukarela, setelah merasa berkecukupan. (Foto: istimewa)

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tercatat 277 keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan mengundurkan diri. Mereka menolak bantuan, lantaran secara ekonomi merasa berkecukupan.

Koordinator PKH Kabupaten Pasuruan, Hadi Prayitno mengungkapkan, ratusan KPM mengundurkan diri itu diketahui dari proses verifikasi dan update data penerima PKH, yang dilakukan beberapa waktu terakhir.

Dijelaskan, dari pemutakhiran data terkini, ada 277 KPM mengundurkan diri secara sukarela. Jumlah itu terbagi dari 114 KPM mengundurkan diri karena merasa mampu, sedang 163 KPM telah memiliki usaha rintisan.

Dikatakannya, bila para pendamping PKH pada tiap penyaluran batuan, wajib memberikan pemahaman kepada keluarga penerima. Pendekatan diarahkan pada semangat berbagi dengan mereka yang masih belum terangkat. Itulah bilamana keluarga penerima PKH telah memiliki kemampuan atau terdapat peningkatan ekonomi bisa melepas kepersertaannya dalam program bantuan sosial ini.

Dari upaya tersebut pihaknya kemudian mendapati banyak yang mengungkapkan kesadaran dan menyebut jika saat ini telah berkecukupan karena memiliki usaha sendiri dari bantuan PKH sebelumnya. “Ada juga yang mampu, sudah memiliki sumber rezeki lain, bahkan punya mobil,” ujar Hadi Prayitno, Jumat (16/8/2019).

Kesadaran itu juga disokong dengan serangkaian program susulan. Para¬† penerima PKH sebelumnya, yang memiliki usaha rintisan kemudian ditingkatkan bantuannya dengan diberikan akses bantuan modal. “Jadi bantuannya naik kelas, dari bantuan sosial ke bantuan modal,” imbuhnya.

Di sisi lain, pendamping PKH dari proses verifikasi juga mencatat ada 1.734 penerima tak memenuhi syarat kepersertaan. Tentu, kata Hadi, mereka dicoret sebagai penerima manfaat.

Sekadar informasi, total KPM di Kabupaten Pasuruan hingga kini terekam sebanyak 92.111. Jumlah ini menyusut 2.011 dari catatan 94.122 KPM. (ono/ono)