Kenang Pejuang, Warga Probolinggo Upacara di Kuburan

803

Probolinggo (wartabromo.com) – Jasa para pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus dikenang warga, termasuk di Kabupaten Probolinggo. Ratusan warga Kampung Melayu, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, menggelar upacara bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, di kuburan umum, Sabtu (17/8/2019).

Hari ini, upacara bendera HUT RI dilaksanakan di seluruh Indonesia, tak terkecuali oleh warga RT 2 RW 2 Kampung Melayu, Kelurahan Kraksaan Wetan. Warga Kampung Melayu menggelar upacara di tempat pemakaman umum (TPU), bukan di lapangan. Tempat upacara yang tak lazim ini, justru mengundang animo warga untuk mengikutinya.

Peserta pun berdandan ala pejuang tempo dulu. Lengkap dengan aksesorisnya, seperti bambu runcing dan sepeda ontel. Ada juga yang berdandan ala profesi masa kini. Bahkan berdandan ala setan pocong yang menyeramkan. Seperti yang dilakukan oleh Buyamin, warga RT 2.

“Saya pake kostum seperti ini untuk memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan. Di Kampung Melayu ini, upacara bendera dilakukan di kuburan dengan pakaian unik. Kesulitan berkostum seperti ini, kalau pas kena matahari. Panas dan membuat riasan masuk ke dalam mata sehingga perih,” ungkap Buyamin.

Meski digelar di tengah kuburan umum, upacara bendera itu tak kehilangan nuansa kebangsaannya. Peserta dan warga tampak khidmat, menghayati kesakralan pengibaran bendera merah putih. Serta pembacaan teks UUD 45 dan Pancasila. Apalagi kuburan itu sudah dibersihkan dan dicat warna warni.

Ketua RW 2 Husnul Khotimah, menuturkan, upacara nyleneh yang sudah berlangsung 2 tahun itu merupakan aspirasi warga sekitar. Ia mengatakan setidaknya ada 400 warga turut upacara, baik sebagai peserta maupun hadir menyaksikan. Mereka dari berbagai latar pekerjaan dan sangat antusias ingin menunjukkan nasionalismenya, meski dengan cara berbeda.

“Ini salah satu cara kami mengingat dan menghormati jasa pahlawan. Kita juga ingin mengingatkan, bahwa kita suatu saat akan kembali ke tanah atau kuburan. Sehingga diharapkan setiap individu selalu berbuat baik dalam bertetangga, berbangsa dan bernegara. Karena kita saat ini sudah tak menghadapi penjajah lagi, melainkan menghadapi rongrongan terhadap kesatuan dan persatuan NKRI,” selaku inspektur upacara.

Warga harap, upacara bendera kali ini dapat memupuk kembali semangat nasionalisme warga. Selain mempererat tali silaturahmi antar warga. Sehingga kejayaan dan kedautalan NKRI tetap terjaga. (cho/saw)