Kisah Bendera Pertama dari Kain Seprei dan Mobil Curian Untuk Bung Karno

6276
Bendera tertua di Cirebon. Foto sebagai ilustrasi

Lumajang (WartaBromo.com) – Saat persiapan jelang proklamasi Kemerdekaan RI 74 tahun lalu, ada berbagai peristiwa menarik yang tak banyak diketahui rakyat Indonesia. Mulai dari kain bendera merah putih yang berasal dari seprei, hingga mobil curian dikendarai Bung Karno.

Berikut berbagai fakta menarik yang berhasil dirangkum redaksi wartabromo.

  1. Bendera merah putih berasal dari kain seprei dan kain penjual soto

Fatmawati, istri Soekarno saat itu bertugas menjahit sang saka merah putih. Namun ternyata, bendera pertama tersebut berukuran terlalu kecil yakni 50 cm. Sehingga kurang apik jika harus dikibarkan di tiang bambu.

Maka dari itu, Fatmawati kemudian menjahit bendera kembali dengan bahan kain seadanya. Kain putih diambil dari kain sprei yang ada di lemarinya. Sementara kain merah dicari oleh Lukas Kastaryo, pemuda Indonesia. Lukas kemudian membeli kain tersebut dari penjual soto. Kedua kain ini kemudian dijahit oleh Fatmawati dan dikibarkan di tiang bambu saat proklamasi.

  1. Soekarno sedang sakit saat membacakan teks proklamasi

Pembacaan teks proklamasi yang dilakukan Ir. Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur no. 56, Cikini – Jakarta Pusat membuat merinding rakyat karena telah merdeka. Namun siapa sangka, ternyata Bung Karno saat itu sedang sakit.

Presiden pertama RI tersebut didiagnosa terkena penyakit malaria tertian dan membuatnya tidak bisa berpuasa wajib, karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ia kemudian diberikan obat dan tidur selama 2 jam sebelum membacakan teks proklamasi. Tepat pukul 10.10 WIB, Bung Karno lantang membacakan teks proklamasi.

  1. Naskah asli Proklamasi ditemukan berada di tong sampah

Teks proklamasi yang ditulis oleh Ir. Soekarno saat itu tidak disimpan oleh Pemerintah. Draft proklamasi sebelum diketik Sayuti Melik itu ditemukan teronggok di tong sampah milik Laksamana Maeda. Seorang wartawan yakni BM Diah lah yang kemudian menemukan dan menyimpan teks tersebut.

Lalu kemudian pada tahun 29 Mei 1992, Diah menyerahkan teks ini ke Pemerintah untuk disimpan.

  1. Mobil hingga michropone yang digunakan Bung Karno adalah hasil curian

Soediro, seorang pemuda inilah yang berinisiatif mencuri mobil Buick milik penjajah Jepang. Mobil tersebut masuk dalam jenis mobil terbaik pada jamannya. Caranya pun cukup unik.

Soediro meminta kunci mobil kepada sopir pribadi penjajah Jepang. Ia kemudian mengatakan jika mobil tersebut akan digunakan oleh Presiden. Sopir itu percaya, karena mengira Presiden yang dimaksud adalah Kepala Jawatan dari Kereta Api Jepang.

Dengan santai akhirnya Soediro mendapatkan mobil tersebut untuk kemudian digunakan Bung Karno sebagai mobil pertama pemerintah RI.

Sementara itu, Microphone yang digunakan Bung Karno juga bukan milik rakyat Indonesia. Mic tersebut dicuri dari stasiun radio milik Jepang.

Itu dia 4 fakta kemerdekaan yang jarang diketahui. Bagaimana bolo? Menarik bukan? (may/ono)