Warga Diimbau Gunakan Motor, Ini Jam Macet di Jembatan Pajarakan

981

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejak Kamis (21/8/2019l), Jembatan Pajarakan diperbaiki oleh rekanan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. Kemacetan panjang pun tak terhindari di jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi ini, sehingga pengguna jalan diharapkan menghindari jam-jam tertentu.

Pada Jumat (22/8/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, kemacetan terpantau sangat panjang jelang jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Dari arah Kota Probolinggo menuju Banyuwangi, antrean kendaraan terpantau mulai dari utara lapangan Karang Geger, Kecamatan Pajarakan atau sekitar 3 kilometer. Kendaraan besar dan panjang mendominasi, meski diselingi mobil kecil.

Dari arah Banyuwangi menuju Kota Probolinggo, lebih panjang lagi. Kemacetan sudah terjadi di depan Dinas Kesehatan (Dinkes), jalan Panglima Sudirman Kraksaan. Lokasi ini sekitar 4 kilometer dari titik perbaikan di batas Desa Sukomulyo-Sukokerto Kecamatan Pajarakan. Bahkan 2 lajur jalan terisi oleh antrean kendaraan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN untuk Probolinggo-Paiton-Situbondo, Andika Tommy Ardiansyah mengakui sudah memprediksi adanya kemacetan itu. Dikatakannya, untuk waktu macet diperkirakan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Sedangkan untuk sore di mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

“Sangat penting untuk para pengendara mengetahui waktu macet saat perbaikan jembatan sedang berjalan. Karena untuk perbaikan ini, kami akan bekerja 24 jam dengan shift-shift tertentu. Jadi kalau ingin terhindar dari kemacetan, para pengguna jalan bisa berangkat atau pulang sebelum atau setelah jam-jam yang sudah kami prediksi bakal terjadi kemacetan panjang,” ungkap Tommy.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Probolinggo, IPTU. Agus Supriyanto, mengimbau kepada warga sekitar Probolinggo untuk menggunakan kendaraan roda 2 bila ingin melintas di jembatan Pajarakan. Ketika berangkat maupun pulang dari tempat kerja.

“Untuk menghindari kemacetan diimbau masyarakat yang berangkat dan pulang kerja yang melintasi jembatan Pajarakan menggunakan sepeda motor. Lebih efisian dan mengurangi antrean panjang. Kami sudah mencobanya,” tuturnya.

Imbauan itu untuk menghindari kemacetan panjang. Sebab, jalur alternatif yang tersedia jaraknya cukup jauh. Apalagi banyak pengguna jalan yang ogah menggunakan jalur alternatif. “Diberi imbuan jalur alternatif banyak orang yang tidak mau, senangnya atrean panjang. Kalau jalur Genggong terlalu dekat, jadi penumpukan arus dan timbul kemacetan di pertigaan Pajarakan,” kata Agus.

Perbaikan Jembatan Pajarakan sudah mulai dilakukan kemarin. Perbaikan tersebut, dimulai dengan membongkar lantai sisi selatan jembatan. (cho/saw)