Bertajuk Pelangi Budaya Pendalungan, Pawai Budaya Kota Probolinggo Sedot Animo Warga

1946

Probolinggo (wartabromo.com) – Pawai Budaya puncaki peringatan HUT ke-74 RI, di Kota Probolinggo, Minggu (01/01/2019). Gelaran sekaligus perayaan hari jadi Kota Probolinggo yang ke 660 tahun ini cukup menghibur sehingga ditunggu-tunggu warga.

Ada 34 peserta meramaikan Pawai budaya bertajuk “Pelangi Budaya Pendalungan” tersebut. Peserta itu terdiri dari berbagai instansi Pemerintahan Kota Probolinggo, Kabupaten Sleman, serta Banyuwangi,

Kemeriahan begitu terasa. Ribuan masyarakat Kota Probolinggo bahkan luar Kota Probolinggo tumplek blek padati jalanan.

Pawai budaya dalam agenda Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) yang ke 11 tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin di depan kantor Pemkot Probolinggo, Jl. Panglima Sudirman.

Baca Juga :   Asah Psikomotorik, Kirab Drumband TK-SD Awali Gelaran Semipro

Arak-arakan selanjutnya menuju Jl. Gatot Subroto hingga Jl. Ahmad Yani, dan finish di Alun-alun Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin menuturkan, pawai budaya tersebut menjadi ruang masyarakat Kota Probolinggo bersatu padu, menjaga tali silaturahmi.

Selain itu, gelaran ini sekaligus juga sebagai cara meningkatkan rasa saling menghormati dalam bingkai toleransi, meskipun berbeda suku dan budaya.

“Probolinggo dihuni oleh 4 golongan etnis, di antaranya adalah Jawa, Madura, Arab, dan Tionghoa. Oleh karenanya masyarakat Probolinggo disebut sebagai warga pendalungan. Perbedaan tersebut menimbulkan sebuah kekuatan baru untuk menjadikan Probolinggo yang lebih maju,” tutur Wali Kota dalam sambutannya.

Wali Kota yang juga pengasuh Ponpes Riyadlus Sholihin itu menambahkan, Kota Probolinggo juga memiliki kekayaan lain berupa batik.

Baca Juga :   Hari Ini Bank Indonesia Rilis Uang Rupiah Khusus Kemerdekaan RI

Ada 150 motif batik telah dimiliki, sehingga masyarakat Kota Probolinggo dapat belajar tentang budaya, supaya warisan nenek moyang tidak punah.

“Berdasarkan catatan sebuah museum di Belanda, diketahui Probolinggo sendiri memiliki 150 motif batik kuno, yang mana apabila hal ini dapat dipelajari dan dikreasikan dengan baik maka dapat menjadi destinasi wisata dan identitas kota Probolinggo,” kata Wali Kota Hadi,

Dewi Suharmawati, salah satu penonton pawai mengatakan, pawai budaya sangat ditunggu oleh masyarakat.

Pastinya, momen ini menjadi satu hiburan tersendiri sekaligus memantapkan kembali budaya kearifan lokal Kota Probolinggo.

“Sangat bagus, kembali lagi seperti zamannya Wali Kota Buchori. Soalnya beberapa tahun ini sebelum Wali Kota-nya Habib Hadi, pawai budaya hanya di sepanjang Jl. Pangsud saja. Sekarang sudah besar lagi, keliling Kota seperti dulu, makasih Habib Hadi,” ungkapnya saat ditanya oleh wartabromo.com. (fng/**)