Program Asuransi Nelayan Mandiri di Kota Pasuruan Sepi Peminat

609
Perahu nelayan Pasuruan.

Pasuruan (wartabromo.com) – Program asuransi nelayan mandiri rupanya tak cukup dilirik nelayan di perairan Kota Pasuruan. Terbukti, dari 2.070 nelayan yang ada, hanya 202 yang sadar untuk mengajukan asuransi secara mandiri.

“Dapat dikatakan, kesadaran nelayan di Kota Pasuruan untuk mengikuti asuransi secara mandiri rupanya sangat rendah. Padahal, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengikuti program asuransi ini,” terang Romli, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Pasuruan.

Berbagai faktor menjadi alasan banyak nelayan enggan mengajukan asuransi mandiri. Diantaranya, masih banyak nelayan yang tidak memahami pentingnya asuransi. Romli mengaku, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada para nelayan terkait hal ini.

Romli kemudian menjelaskan manfaat program asuransi. Salah satunya, keselamatan jiwa nelayan akan lebih terjamin.

Nelayan dengan kapal besar di atas 10 GT sebenarnya harus mengikutsertakan dirinya mengajukan asuransi mandiri. Bahkan para ABK nya pun wajib diikutsertakan pula.

Romli mengungkapkan, ada tiga besaran premi pada asuransi mandiri ini. Mulai dari Rp 75 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 175 ribu. Masing-masing premi, tentunya berbeda pula nilai klaimnya.

“Kami hanya sebatas mengimbau. Nelayan mau ikut atau tidak, kami tidak dapat memaksa. Kami hanya berharap agar nelayan dapat ikut asuransi untuk kebaikan mereka sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 2016 lalu seluruh nelayan pernah diikutkan program asuransi berupa Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) yang disubsidi langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, program asuransi ini tak berlangsung lama.
Apabila mereka ingin tetap dapat ter-cover, maka harus mengikuti asuransi secara mandiri. Sayangnya, tidak semua nelayan ini mengajukan asuransi mandiri ini. (ptr/may)