Hiu Tutul Alami Stres

527

Probolinggo (wartabromo.com) – Tim evakuasi mendapati hiu tutul/paus (whaleshark) yang terjebak kanal PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo alami stres. Meski secara fisik terlihat sehat dan mampu bertahan di tengah derasnya arus kanal.

Kondisi itu disampaikan oleh Direktur Konservasi Dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) Indra Exploitasia saat jumpa pers di Kompleks PLTU Paiton, Selasa (17/9/2019).

“Kondisinya secara keseluruhan visual sehat, tidak ada yang terluka, badannya mulus. Ini secara visual ya, dari pandangan medis,” ujarnya.

Meski secara fisik dikatakan sehat, ternyata hewan raksasa itu mengalami stres atau depresi.

“Tapi dari sisi lesu dan lemah dan pergerakan, kemudian dari sisi depresi terlihat disorientasi terlihat lemah, mungkin karena maju mundur karena melawan arus,” terangnya lebih lanjut.

Kondisi itu, menurut Indra mengharuskan tim untuk secepatnya melakukan evakuasi. Sebab, jika tak segera ditangani maka akan mengakibatkan kematian pada hewan yang terancam punah ini.

“Memang perlu segera direscue.” tandas wanita berkacamata ini.

Ada 2 opsi penyelamatan yang akan dilakuka oleh tim gabungan. Pertama dengan memberi umpan melalui perahu karet milik Lanal Banyuwangi. Umpan ikan kecil itu dilakukan hingga pintu kanal. Setelah keluar dari kanal, hiu akan digiring ke tengah Selat Madura sejauh minimal 1 mil dari pantai.

Opsi kedua adalah menjaring hiu. Setelah terjaring kemudian ditarik dengan sea reader hingga mendekati pintu kanal. Dari pintu kanal ini, proses penarikan dialihkan dengan menggunakan perahu nelayan. Lantas dilepas-liarkan di Selat Madura yang saat ini terdapat koloninya.

“Kami target dalam lima hari ke depan sudah dapat dievakuasi. Karena bagaimanapun hiu paus ini harus diselamatkan dan dikembalikan ke habitat atau koloninya. Semoga ini berlangsung singkat dan tidak berlarut-larut,” kata ketua tim evakuasi Letkol. Inf. Imam Wibowo. (saw/saw)