Desa Andung Biru Tanpa Tenaga Medis

485

Probolinggo (wartabromo.com) – Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo tak punya tenaga medis sejak bencana alam pada akhir 2018. Padahal, resiko kematian ibu hamil dan bayi sangat besar.

Poskesdes dan Polindes yang berada di Kantor Desa Andung Biru selalu tertutup pintunya. Sehari-harinya tak ada aktivitas di bangunan bercat biru dan merah itu. Sebab tidak ada tenaga medis, semisal bidan dan perawat, dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang bertugas.

“Sebelum banjir ada bidannya. Pasca banjir, Polindes lumpuh dan tidak berfungsi. Alasannya karena banjir. Sudah pindah ke tempat lebih atas. Kasihan warga yang membutuhkan layanan kesehatan, utamanya ibu hamil yang mau melahirkan,” ujar Agus Subiyanto, salah satu warga kepada wartabromo.com, Sabtu (21/9/2019).

Akibatnya warga tak mendapat layanan kesehatan sesuai haknya. Dimana layanan kesehatan bagi warga sudah diatur dalam Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Minimal ada satu bidan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan,” kata pria yang rumahnya berdekatan dengan kantor desa setempat.

Kepala Desa Andung Biru, Essam mengakui jika di daerahnya tidak ada tenaga medis. Baik tenaga kesehatan dan bidan desa. Ia sangat khawatir dengan keselamatan ibu hamil, bayi dan lansia yang alami kedaruratan medis. Ditambah lagi jarak tempuh Desa Andung Biru ke Puskemas Tiris sejauh 9 km butuh waktu 40 menit. Sebab, banyak jalan rusak dan sempit.

“Sehingga resiko kematian ibu hamil sangat besar. Tak jarang saya menggunakan mobil untuk membawa warga yang sakit ke Puskemas, bahkan kadang dirujuk langsung ke RSUD,” tutur Kades Essam secara terpisah.

Terkait kekosongan tenaga medis di Desa Andung Biru, pemerintah daerah setempat sudah memberikan solusi. Yakni dengan menugaskan Suparti selaku Bidan Puskesmas Tiris untuk sementara waktu mengisi posisi bidan di desa itu.

“Melaksanakan tugas bidan disana sampai ada bidan desa pengganti,” ujar Kepala Puskesmas Tiris, Yusuf Abdul Ghoni. (saw/saw)