Belum Ada Pemburu Liar Penyebab Kebakaran Hutan Ditangkap

814

Prigen (wartabromo.com) – Kebakaran di kawasan hutan konservasi Gunung Arjuno-Welirang disebabkan ulah pemburu liar. Namun belum ada penindakan tegas pada para pemburu tak bertanggung jawab ini.

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi, mengatakan para pemburu menciptakan api selama perburuan baik untuk unggun maupun sebagai upaya memancing buruan keluar. Api tersebut kemudian menjalar ke lahan dan pepohonan yang mengering karena kemarau.

“Sangat sulit tentunya menangkap mereka. Kawasan Tahura terbuka dan luas, bebas keluar masuk lewat manapun,” kata Wahyudi, Senin (23/9/2019).

Wahyudi pihaknya selalu melakukan patroli melibatkan personel TNI-Polri. Namun karena kawasan sangat luas, pihaknya mengaku kesulitan.

“Ketika ada kebakaran, kami sampai lokasi orangnya sudah lari. Jarak kita ke lokasi kebakaran bisa 5-10 jam,” tuturnya.

Wahyudi menjelaskan saat ini Tahura memiliki 95 personel pengamanan disebar ke 6 daerah. Sementara luas kawasan Tahura mencapai 27.800 hektar.

“Kami sangat berharap partisipasi masyarakat. Jika melihat oknum-oknum tak bertanggung jawab masuk ke hutan tolong segera lapor ke Tahura. Tanpa peran masyarakat kita nggak bisa mencegah seratus persen,” ungkap Wahyudi.

Wahyudi juga ingin merubah pola pikir masyarakat bahwa menjaga hutan sepenuhnya tanggung jawab Tahura. Padahal semua pihak harus aktif menjaga hutan demi kepentingan bersama.

“Persepsi di masyarakat seolah hutan ini urusan Tahura padahal manfaatnya untuk semuanya masyarakat dan yang tergantung kawasan. Jangan iseng berburu terus bakar-bakar, akibatnya sangat fatal,” pungkasnya.

Kebakaran kerap terjadi di kawasan hutan konservasi Tahura R Soerjo. Pada 13 September lalu, terjadi kebakaran Blok Kedung Wajan, Gunung Welirang wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kebakaran di Blok Kedung Wajan tersebut meludeskan lebih dari 100 hektar lahan.

Tak berselang lama, setelah kobaran api di Blok Kedung Wajan, kebakaran kembali terjadi di jalur pendakian kawasan Pondokan, Blok Srangkul dan Pal. Kebakaran di kawasan Prigen ini padam pada Kamis (19/9). Sekitar 100 hektar lahan dan hutan ludes. (fyd/fyd)