Setahun Pimpin Lumajang, Bupati-Wabup Disambati Got Mampet hingga Biaya Rekreasi Anak

433
Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang.

Lumajang (WartaBromo.com) – Warga Lumajang keluhkan berbagai persoalan di setahun kepemimpinan Thoriqul Haq-Indah Amperawati. Mulai dari got mampet hingga tak mampu bayar rekreasi anak.

Ribuan warga memadati sepanjang jalan Alun-Alun Selatan, tepatnya di depan Pendopo Arya Wiraraja pada Selasa (24/9/2019) malam. Mereka kemudian mendengarkan laporan hasil capaian kerja yang sudah dilakukan oleh Bupati-Wakil Bupati Lumajang selama setahun memimpin.

“Setelah ini kami pengen dengar uneg-uneg warga. Ayo silahkan. Gak ada aleman (pujian, red) sekarang waktunya kritik kami,” ujar Bunda Indah.

Setidaknya ada lebih dari 15 warga yang memberikan pertanyaan kepada pasangan ini. Berbagai persoalan mulai dari Desa ke Kota diutarakan para warga, baik secara lisan maupun tertulis.

“Kan sudah ada grup Facebook Lapor Lumajang buat warga yang mau melaporkan temuan-temuan, tapi mengapa masih ada OPD yang tidak respon?” tanya Vinza, salah seorang warga.

Pertanyaan ini langsung mendapat jawaban Cak Thoriq, termasuk dipaparkan beberapa Dinas yang masih slow respon dalam menjawab pertanyaan warganet.

“Saya sudah perintahkan, ada 1 staff yang ada di OPD khusus memantau Facebook Lapor Lumajang. Besok saya cek dinas yang tidak merespon,” tegasnya.

Kali ini giliran emak-emak pedagang pasar yang diberi kesempatan bertanya. Mimin mengeluhkan lesunya para pedagang di Pasar Pasirian. Mereka mengaku kalah dengan minimarket yang menjamur di Desa-desa. Apalagi keadaan pasar juga masih semrawut. Banyak sekali pedagang liar tanpa lapak berjualan di depan Pasar.

“Pol PP ojok turu ae (jangan tidur saja, red)! Ayo ini pedagang liar diluar pasar dirapikan. Pedagang juga harus ikut aturan. Kedepan rencananya pasar tradisional akan dibuat rapi dan bersih. Untuk para pedagang juga harus memperbaiki pelayanan. Nanti Disperindag akan memberikan pembinaan. Tapi kami tegaskan selama kepemimpinan kami, kami tidak mengeluarkan izin untuk toko modern,” jawab Bunda Indah.

Berbagai pertanyaan ini terus berlanjut. Warga mengeluhkan berbagai persoalan seperti buruknya drainase, got yang mampet selama beberapa tahun, sampah popok hingga biaya rekreasi anak.

Dalam hal ini, dua pimpinan Lumajang juga langsung meminta para Kepala Dinas ikut memberikan penjelasan kepada warga. Bahkan beberapa aturan yang ruwet langsung dipangkas saat itu juga.

Sekadar informasi, acara Sarasehan Setahun kepemimpinan dengan model evaluasi kinerja ini baru pertama kali digelar di Lumajang. Meski begitu, banyak warga antusias dengan kegiatan ini, bahkan rela menunggu sejak sore. (may/ono)