Aliansi BEM Tolak Bertemu Jokowi di Istana

550
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wpa.

Jakarta (WartaBromo.com) – Mahasiswa tolak ajakan pertemuan Presiden Joko Widodo. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyebut aspirasi warga sudah tersampaikan tanpa perlu dialog lagi.

“Kami rasa tuntutan yang diajukan telah tersampaikan secara jelas di berbagai aksi dan jalur media. Sehingga sejatinya yang dibutuhkan bukanlah sebuah pertemuan, melainkan tujuan kami adalah sikap tegas Bapak Presiden memenuhi tuntutan,” tulis mahasiswa melalui official akun @bem_si, Jumat (27/9/2019).

Sikap ini dilakukan lantaran mahasiswa belajar dari pengalaman sebelumnya. Jokowi pernah mengundang Aliansi BEM SI ke Istana Negara pada 2015 silam. Namun, undangan tersebut bersifat tertutup sehingga menyebabkan gerakan mahasiswa terpecah.

“Kami belajar dari proses ini dan tidak ingin menjadi alat permainan penguasa yang sedang krisis legitimasi publik, sehingga akhirnya melupakan substansi terkait beberapa tuntutan aksi yang diajukan,” tegasnya.

Aliansi BEM ini kemudian memberikan penawaran kepada Jokowi. Mereka bersedia bertemu jika dialog yang dijanjikan digelar secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional.

“Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam ‘Maklumat Tuntaskan Reformasi’ secara tegas dan tuntas,” tutupnya.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Jokowi tekait permintaan mahasiswa ini. (may/ono)