Tagih Perbaikan Pasar Bukir, Paguyuban “Lurug” Disperindag

777
Khofifah Indar Parawansa saat kampanye di pasar mebel Bukit, pada Pilgub beberapa waktu lalu. Foto: dokumen

Pasuruan (WartaBromo.com)- Kesabaran Paguyuban Pasar Mebel Bukir sepertinya sudah habis. Kamis (26/9/2019) mereka mendatangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan guna menanyakan kejelasan rencana rehabilitasi bangunan pasar usai terbakar 2017 silam.

Ada tujuh perwakilan pengurus paguyuban yang terlihat ikut mendatangi kantor Disperindag di Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan itu. Mereka didampingi M. Niam, ketua Yayasan Pasuruan Solidarity Team (PST).

Lilik Suciati, ketua paguyuban mengatakan, kedatangannya ke kantor Disperindag itu untuk menagih janji Pemkot terkait rehabilitasi Pasar Mebel Bukir.

Dikatakannya, pasca terbakar tahun 2017 silam, deretan kios yang sebelumnya dilalap api tak kunjung diperbaiki.

“Dulu sempat dijanjikan. Tapi, sampai sekarang belum ada perbaikan. Padahal, banyak perajin mebel yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di, pasar ini. Ini yang sedang kami tagih,” katanya kepada WartaBromo.com.

Terpisah, M. Niam, ketua PST mengatakan, sebelumnya pihaknya memang mendapat pengaduan dari pengurus paguyuban terkait persoalan yang mereka hadapi.

Karena itu, setelah berdiskusi, ia dan pengurus paguyuban sepakat untuk menanyakan kejelasan nasib Pasar Mebel Bukir (PMB) ke Disperindag.

“Ini kan sebenarnya masalah sepele. Artinya, kami ingin tahu seperti apa rencana Pemkot terkait Pasar Mebel Bukir ini,” terang Niam seusai pertemuan di Disperindag.

Secara pribadi, ia menyayangkan jika keberadaan PMB terkatung-katung tanpa kejelasan nasib. Padahal, diakui atau tidak, PMB telah menjadi ikon Kota Pasuruan.

Dikatakan Niam, sejatinya ia dan pengurus paguyuban menghendaki untuk bertemu langsung dengan kepala dinas. Tapi, yang bersangkutan berhalangan meski sebelumnya sempat menjanjikan untuk menemuinya.

Kendati gagal bertemu kepala dinas, usaha para pedagang PMB untuk memperoleh kejelasan kabar perbaikan bangunan pasar mendapat titik terang. Staf Disperindag, Senedi yang ikut menemui perwakilan paguyuban menjanjikan perbaikan tahun depan.

“Katanya tahun depan. Tadi sempat ditunjukkan dokumen perencanannya, angkanya sekitar Rp 3 miliar. Ya semoga saja tidak mbleset seperti dua tahun ini. Karena kasihan para pedagang. Apalagi ini ikonnya kota Pasuruan lho ya,” pungkas Niam. (asd/asd)