Camat: Masih Ada 183 Warga Nguling di Wamena

391
Salah satu rumah warga yang berada di Nguling, korban rusuh Wamena.

Nguling (wartabromo.com) – Dua warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan tewas dalam kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/9). Saat ini masih ada 183 warga Nguling berada di Papua.

Hal itu disampaikan Camat Nguling Bunardi, Selasa (1/10/2019). Menurut Bunardi, jumlah tersebut berdasarkan data yang masuk sampai hari ini.

“Data dari kades-kades, ada 187 warga Nguling yang bekerja di Wamena. Mereka berasal dari tujuh desa,” terang Bunardi.

Ratusan orang tersebut berasal dari Desa Kedawang sebanyak 155 orang, Desa Mlaten 7 orang, Desa Sudimulyo 6 orang. Selain itu Desa Randuati ada 7 orang, Desa Sumberanyar 4 orang, Desa Watuprapat 5 orang, dan Desa Penunggul 3 orang.

“Dua meninggal dan dua orang selamat sudah dipulangkan ke Desa Kedawang. Sehingga masih ada 183 orang di sana. Kabar terakhir mereka sudah diungsikan ke Jayapura. Yang terluka juga sudah dirawat,” terang Bunardi.

Ratusan warga Nguling tersebut sudah berada di Wamena antara 5-15 tahun. Sebagian besar bekerja sebagai tukang ojek. Sebagian kecil membuka toko.

“Semua warga Nguling yang terdata ada di Wamena. Mereka datang ke sana mengikuti keluarganya dan tetangganya yang lebih dulu bekerja di Wamena,” pungkas Bunardi.

Dua warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban tewas kerusuhan di Wamena, Papua, terjadi pada Senin (23/9) pukul 09.00 WIT. Mereka yakni Untung Edy Cahyono (45) dan Syaiful Mukmin (47). (fyd/fyd)