PGN Tuntaskan 8.150 Jargas Bumi di Probolinggo dan Pasuruan

324

Probolinggo (wartabromo.com) – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, menyelesaikan 8.150 jaringan gas rumah tangga (Jargas) di Probolinggo dan Pasuruan. Penyelesaian pekerjaan bersumber APBN ini jadi bagian dari jumlah 65.961 Jargas bumi di Jawa Timur.

Djoko Siswanto, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas Kementerian ESDM, di sela peresmian Jargas ini, mengungkapkan, tahun ini, pemerintah telah membangun 74.307 jargas.

Puluhan ribu sambungan itu, tersebar di 16 lokasi, mulai Aceh di ujung Sumatera hingga Wajo, Sulawesi.

Jargas di Probolinggo dan Pasuruan terbagi menjadi 11 sektor. Terinci di Kabupaten Probolinggo sebanyak 5 sektor, sedangkan sisanya di Pasuruan.

Pemenuhan kebutuhan 8.150 sambungan gas untuk rumah tangga tersebut, dialokasikan sebesar 0,2 MMSCFD, bersumber dari Husky CNOOC Madura LTd.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemda Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, sehingga pembangunan jargas berjalan lancar, bahkan lebih cepat dari jadwal,” kata Djoko Siswanto.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah selama ini menjadi hal penting, karena kendala non teknis dapat segera teratasi, seperti pada perizinan, hingga permasalahan sosial saat pelaksanaan pembangunan.

“Diharapkan Pemda lainnya juga memberikan dukungan serupa, sehingga masyarakat dapat lebih cepat menikmati gas bumi yang bersih dan murah,” imbuh Djoko.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto mengungkapkan, pihaknya mengoperasikan 564.445 sambungan rumah tangga, dan 65.961 di antaranya berada di Jawa Timur. Sambungan rumah tangga ini, sebagian besar dibangun menggunakan dana APBN.

Pada 2025 mendatang, pemerintah menargetkan 4,7 juta sambungan rumah tangga dapat dibangun.
Di mana 325.773 (67%) Jargas dibangun menggunakan dana APBN. Sedangkan 155.771 (32,04%) menggunakan dana PGN, dan 4.685 sambungan memanfaatkan dana milik Pertamina.

Sekadar diketahui pada akhir 2018, total jargas rumah tangga di Indonesia berjumlah 486.229 sambungan.

“Penggunaan gas bumi bagi rumah tangga. Selain bersih, juga menekan subsidi sektor energi. Pemerintah bisa menghemat Rp178 miliar per tahun. Proyek pembangunan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit,” ungkap Redy.

Peresmian ini digelar di kantor Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Plt Dirjen Migas, Djoko Siswanto terlihat didampingi Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

Selain itu Perwakilan Bupati Pasuruan, Perwakilan SKK Migas, turut hadir berikut anggota Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan, Perwakilan Direksi Pertamina, dan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto.

(**/**)