Warga Jangur Pasang Banner Penolakan Faham Syiah

944

Probolinggo (wartabromo.com) – Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, resah karena didugaan paham Syiah merebak di kawasan tersebut. Warga pun memasang banner penolakan, di sejumlah sudut desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paham Syiah tersebut dibawa oleh warga pendatang berinisial H-F (50). Warga merasa resah, lantaran ada beberapa kegiatan yang diinisiasi H-F, dirasa tidak pas, atau tidak sesuai Islam Ahlussunnah wal jamaah.

Tiap tahun, pengusaha agen gas LPG itu, sering mengadakan kegiatan. Mulai dari peringatan karbala yang diselipi santunan anak yatim dan pemberian buku takkiyah.

“Kami khawatir kalau ini dibiarkan dan lama tinggal di sini. Anak cucu kami nanti menjadi penganut faham syiah,” kata salah satu warga, Marzuki Zarkasi, Jumat, (25/10/2019).

Masih menurut Marzuki, beberapa warga ada yang telah menerima buku tentang faham Syiah. Buku ini diduga sebagai media agar masyarakat tertarik dengan syiah. Jika ajarannya sudah masuk dan mereka tertarik, maka akan didoktrin.

“Saya rasa taktik seperti itu, tidak hanya di sini. Saya lihat kok bukunya. Memang warga sini ada yang menerima. Memang tidak banyak warga yang diberi. Tapi ini kan membahayakan aqidah yang sudah tertanam,” imbuhnya.

Warga pun memasang banner penolakan, di sejumlah lokasi strategis. Isinya, menolak keras faham Syiah, yang dianggap bertentangan dengan faham yang selama ini sudah terbangun di tengah-tengah masyarakat.

Ada lima banner yang dibentangkan warga. Di antaranya, di depan masjid setempat, pertigaan dan di depan rumah H-F, yang diketahui pembawa faham syiah di desa tersebut.

Sayangnya, saat wartabromo.com hendak mengkonfirmasi hal tersebut pada H-F, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Informasi yang dihimpun, H-F saat ini sedang melaksanakan ibadah umroh dan safari ke beberapa negara timur tengah.

Terkait hal ini, Kapolsek Sumberasih, Iptu Suyanto menyebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan Forkopimka Sumberasih. Untuk mencari solusi terbaik, atas polemik yang terjadi di kawasan Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih itu. (lai/saw)