Tukar Sampah, Penonton Konser Nawa Hati Dapat Minuman Khas Kabupaten Probolinggo

489

Probolinggo (wartabromo.com) – Rangkaian 1 tahun pemerintahan Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari – HA. Timbul Prihanjoko (HATI) jilid II ditandai dengan konser Nawa Hati di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu malam, 27 Oktober 2019. Warga yang menonton diharapkan membawa sampah plastik untuk ditukar dengan minuman khas Kabupaten Probolinggo.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo pada malam nanti akan menggelar konser Nawa Hati. Sebagai peringatan 1 tahun pemerintahan duet HATI pada periode II. Akan menampilkan artis Pusakata dan Duo Gambreng. Selain itu, juga ditampilkan testimoni dari warga yang sudah merasakan manfaat dari program Nawa Hati.

“Yang menjadi bintangnya adalah Ibu bupati. Ia akan bercerita bagaimana upaya-upaya Pemkab dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Juga testimoni-tertimoni warga terkait keberhasilan pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” kata Zulmi Noor Hasani, ketua panitia pelaksana, pada Jumat siang.

Semula, kata Zulmi, panitia mewajibkan para penonton membawa 3 botol atau lembar sampah plastik saat akan menonton konser. Sampah plastik itu akan ditukar dengan tiket konser. Namun, karena Alun-alun Kota Kraksaan direhabilitasi dan tidak dipagar, maka sampah plastik itu diganti minuman. Penonton akan mendapatkan 1 botol minuman pokak, khas Kabupaten Probolinggo.

“Konser Nawa Hati gratis bagi masyarakat, cukup membawa plastik bekas dari rumah. Setiap sampah yang dibawa akan ditukar dengan pokak. Ide ini berawal dari pengamatan kita, di mana setiap ada kegiatan atau even, sampah menumpuk. Selain itu, juga mendukung kampanye pengurangan sampah plastik yang digalakkan oleh pemkab,” ujar ketua Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo itu.

Selain konser Nawa Hati, juga digelar berbagai kegiatan. Yakni pameran IKM di Sasana Krida Kraksaan, 25-27 Oktober. Kemudian Jambore Sepeda di Desa Bremi, Kecamatan Krucil pasa 17 November dan Festival Hijab Dewi Rengganis di Pantai Bohay, Kecamatan Paiton pada 24 November. Diakhiri dengan Fun Run 5K di Lapangan Dringu, Kecamatan Dringu pada 1 Desember.

“Selain memperkenalkan Kota Kraksaan, pelaksanaannya juga diberbagai tempat wisata. Kami berharap ada multi efek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Obyek wisata merupakan formula yang paling cepat menyumbang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dimana pemkab kini membentuk desa emas sebanyak 20 desa, sebagai percepatan ekonomi kreatif daerah,” kata Kadiskominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian.

popAdapun 9 program Nawa Hati adalah :

  1. PESONA HATI (Penguatan Ekonomi)
    Usaha yang dilakukan untuk penurunan kemiskinan dan menaikkan IPM.
    Usaha pengembangan wisata baru (pengembangan wisata di bagian timur, promosi dan penjualannya yang dilakukan).
    Perkembangan UKM (Apa yang dilakukan untuk menunjang UKM. Seperti dipasarkan di pameran, market place. Sehingga tidak ada kesan didiamkan saja).
  2. HATI SEHAT (Layanan Kesehatan)
    Progres stunting (penghargaan untuk presentasi tingkat ASEAN di Bali).
    AKI dan AKB.
  3. HATI CERDAS (Layanan Pendidikan)
    Angka putus sekolah (penyebabnya apa dan upaya yang dilakukan).
    Multigrade (Penerapannya untuk sekolah lain).
    Pendidikan di daerah sulit/pinggiran (Transportasi ojek gratis).
  4. HATI MANTAB (Infrastruktur)
    Pembangunan jalan dan jembatan (jalan yang dibangun dalam setahun, utamanya jalan Kabupaten di Pedesaan).
    Pembangunan prasarana air bersih (utamanya untuk ketersediaan air bersih di musim kemarau).
  5. HATI MELAYANI (Pelayanan publik)
    Terobosan dalam pelayanan KTP dan KK (Lapak kecamatan, Sabtu dan Minggu tidak libur).
    Ijin online (Kemudahan pelayanan perijinan untuk meningkatkan investasi).
  6. HATI PEDULI (Layanan rumah sehat)
    Berapa rumah layak huni yang sudah terbangun untuk RTLH.
  7. HATI SEJUK (Pemberdayaan Desa)
    Capaian desa mandiri dan penurunan jumlah desa yang masuk kategori desa tertinggal).
  8. HATI TENTRAM (Penguatan solidaritas sosial)
    Penanganan masyarakat tidak mampu ketika sakit.
    Tangguh bencana yang telah dilakukan.
  9. HATI MANDIRI (Pertanian dan Nelayan)
    Tingkat produktivitas pertanian dibandingkan daerah lain.
    Pembudidayaan ikan yang telah dilakukan.
    Produksi daging dibandingkan daerah lain.

(*/saw)