Waspada Gelombang Tinggi Pesisir Selatan, Nelayan Dianjurkan Tak Melaut

540
Abrasi Pantai TPI. Foto : BPBD Lumajang.
Peralihan Musim Kemarau ke Penghujan

Lumajang (WartaBromo.com) – Warga pesisir Pantai Selatan di Lumajang diminta waspadai gelombang tinggi. Nelayan pun dianjurkan untuk tidak melaut.

“Kami imbau agar masyarakat di pesisir pantai untuk tidak melaut dulu, karena anginnya masih sangat kencang dan ombak masih tinggi,” ujar Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang.

Gelombang tinggi ini terjadi lantaran memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke hujan. Bahkan ombak telah menerjang bangunan di pinggir Pantai di Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari.

Wawan mengatakan, ombak setinggi 5 meter tersebut terjadi pada Minggu (27/10/2019) lalu.  Bahkan, warung yang berada di pinggir pantai sempat rusak terkena abrasi.

“Ya tetap sisa warung-warung sepanjang Bulurejo itu yang terkena dampaknya sekarang ini. Tetapi, dampaknya tidak sampai ke warung baru,” lanjut Wawan.

Meski begitu, bangunan warung baru di pinggir pantai masih berpotensi ikut diterjang gelombang tinggi. Hal itu karena jarak warung sangat dekat dengan bibir pantai.

“Harusnya jarak aman para pedagang dengan bibir pantai seharusnya 500 meter. Tapi mereka tidak mau untuk diperingatkan, kalau ada apa-apa mereka tahu sendiri risikonya,” tegasnya.

BPBD pun meminta warga tetap waspada, karena peluang datangnya ombak lebih tinggi bisa terjadi. Apalagi tanggul yang dibuat untuk menghalangi ombak sudah jebol. Kerusakan juga terjadi pada tanggul darurat yang dibuat petugas beberapa waktu lalu.

“Karena masa transisi, khawatir tiba-tiba hujan, angin kencang. Kita antisipasi itu. Relawan setiap saat memantau di sana, terutama di daerah Wotgalih, Dampar, Watu Pecak, Tegalrejo, dan Bulurejo,” pungkasnya. (may/ono)