Bunda, Simak Cara Mencegah Lahirnya Bayi Jumbo Yuk!

1110
Dokter Santoso Rahardjo

Sukorejo (WartaBromo.com) – Baru-baru ini kelahiran bayi di Pasuruan mendapat perhatian. Pasalnya, bayi ini memiliki bobot 5,7 kilogram. Penyebab besarnya bobot bayi disebut-sebut karena ibu gemar makan bakso.

Dokter Santoso Rahardjo mengungkapkan, kondisi lahirnya bayi dengan bobot lebih dari 4 kilogram ini dinamai makrosomia. Proses persalinan pun harus dilakukan dengan operasi sesar untuk mengurangi resiko ibu dan anaknya.

Santoso kemudian memaparkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah macrosomia.

  1. Lakukan Diet Sebelum Memulai Program Hamil

Seorang ibu dengan berat badan lebih atau obesitas, dianjurkan untuk melakukan diet sebelum memulai program hamil. Hal ini juga bisa mengecilkan resiko anak terkena makrosomia.

  1. Kurangi Konsumsi Makanan Manis/Memiliki Kandungan Gula Yang Tinggi

Sudah menjadi rahasia umum, jika terlalu banyak konsumsi makanan manis/dengan kadar gula tinggi akan sebabkan tubuh menjadi gemuk.

Jangankan untuk perkembangan janin, orang dewasa saja jika tidak megurangi konsumsi gula bisa menyebabkan penumpukan darah. Bukan hanya it, juga beresiko terkena diabetes baik untuk ibu maupun anak.

“Bukan hanya makanan (kue), bahkan buah-buahan juga mengandung gula meskipun alami,” ujar dokter Santoso.

  1. Makan Makanan Berlemak/Daging Secukupnya

Tak hanya makanan manis, makanan berlemak juga beresiko. Meskipun makanan dengan kandungan lemak baik untuk ibu persiapan melahirkan dan menyusui, namun tidak boleh berlebihan.

Baca juga : Perjuangan Suci, Ibu yang Lahirkan Bayi Jumbo 2 Kali

“Begitupun dengan bayi. Makanan yang dikonsumsi ibu juga akan diserap oleh bayi,” jelas dr. Santoso.

  1. Konsumsi Makanan dengan Nutrisi Seimbang

Hal ini menjadi rahasia umum sebenarnya. Karena orang yang tidak dalam keadaan hamil saja, gizi ataupun nutrisi harus lengkap dan seimbang. Apalagi jika menjadi ibu hamil yang membawa janin di dalam kandungannya. Nutrisi untuk dirinya, terlebih untuk janin harus lengkap dan seimbang.

Jika Punya Riwayat Sebelumnya, Bunda Bisa Konsultasi Ke Dokter Untuk Mengurangi Resiko Makrosomia Terjadi Di Kehamilan Berikutnya

  1. Cek riwayat keturunan

Jika memiliki riwayat macrosomia, baik yang dialami diri sendiri atau bahkan keturunan sebelumnya (ibu/nenek) maka berpotensi memiliki bayi dengan macrosomia lagi.

“Ibu yang mempunyai riwayat tersebut, beresiko 5-10 kali lebih tinggi lahirkan bayi  makrosomia lagi, dibandingkan ibu yang belum pernah melahirkan bayi makrosomia,” ungkap dr. Santoso.

  1. Rutin Cek Ke Dokter/Bidan

Bagaimana pun keadaan saat mengandung, maka harus rutin melakukan konsultasi dengan dokter. Termasuk jika sudah terlanjur suka makanan manis atau berlemak bahkan genetik yang mendukung. Rutin cek kadar gula, agar terhindar dari resiko terkena diabetes gestasional (diabet kehamilan).

Cara mengetahui makrosomia yang terjadi pada janin bisa dilihat di usia kandungan 30 minggu. “Selain dengan Ultrasonography (USG), kita juga mengukur lingkar perut ibu,” tutup dr. Santoso (trn/may)